Feeds:
Posts
Comments

January Rhythms

Currently listen to theeeeseeeee songs

This is the best of Gaga for me. But the video? Never like Gaga’s videos. Blah, can she just act normal?

It’s been a long time since I came around

Been a long time but I’m back in town

This time I’m not leaving without you

I think Jessie is a real figure of Dora the Explorer, in age.

I can taste the tension like a cloud of smoke in the air

Now I’m breathing like I’m running cause you’re taking me there

Don’t you know…you spin me out of control

I heard this song maybe about year ago. But couldn’t reveal who’s the singer. I thought it was Adam Levine.

sorry lord I’ve lived my life away from you

soon I’ll wake up standing there with you

It’s all I can see when I’m lost

And this one is like a bomb shell in YouTube. Everyone made cover of this song. For me, Mraz music are genius. I like the way he sees things. And combine it with great melody.

I don’t wanna be someone who walks away so easily

I’m here to stay and make the difference that i can make

Our differences they do a lot to teach us how to use the tools and gifts

We got yeah we got a lot at stake

And in the end, you’re still my friend at least we didn’t tend

For us to work we didn’t break, we didn’t burn we had to learn,

How to bend without the world caving in

I had to learn what I got, and what I’m not and who I am

The After-Blast-Day

So ya, it’s January and I had my birthday days ago. I took a long time to finally decided what I baked on my birthday. Red Velvet Cake. With cheesecake layer inside. The taste? Overall it was yumm-O like the other recipes :D . But for me, the taste was a bit heavyweight. You couldn’t eat double slice of it. The frosting was thick, so did the cheesecake layer.

These are what you need to make red velvet cheesecake cake

For the recipe you can check here

And here is a picture of this beauty. Sorry I forgot to take picture of its layers.

Ohh I also made this

That was simply pudding salad with Oreo layers at the bottom.

Tiba-tiba dapat ide untuk nulis di tengah malam begini dan pas banget di hari terakhir di tahun 2011.

Beberapa hari ini, kalau lagi ngecekin Twitter, nemu orang yang nulis

          “Bisa ga hari Senin di-skip aja?”

          “Coba bisa langsung hari Sabtu yaaa..”

          “Coba bisa langsung wisuda ga usah pakai sidang skripsi” –> personal opinion

Intinya orang-orang pada berharap untuk meng-skip waktu. I did it too. Biasanya orang yang pengen ngeskip waktu karena ada hal yang ga enak yang bakal dia hadapin. Karena kita takut menghadapi moment-moment tersebut. Misalnya masa-masa ujian atau ketika mau melakukan presentasi penting.

Tapi kalau dipikir-pikir lagi, apa sih asiknya ngeskip waktu? Kita bisa bebas dari rasa takut tadi? Di satu sisi iya sih, kita jadi lebih lega, pikiran juga ga terbebani. Jadinya ngelewatin waktu lebih enak, karena hanya hal-hal yang menyenangkan aja yang kita rasakan.

Tapi pernah ga mikir, kalau dalam hari-hari itu mungkin aja ada hal-hal baik, atau bahkan super baik, yang bakal kita alami? Tapi, kitanya uda terlalu fokus memikirkan hal yang tidak kita sukai, sehingga melupakan kemungkinan-kemungkinan terjadinya hal-hal yang luar biasa.

Coba bayangkan kalau kita menskip hari? Kita ga bakal ngerasain kemungkinan yang menyenangkan tadikan?

Lagi pula, menurutku, bukan tindakan yang tepat kalau kita menskip hal-hal yang tidak kita sukai. Hadapi dong hal-hal yang ga kita sukai itu. Rasakan saat-saat rasa ga suka, rasa takut itu masuk ke dalam diri kita. Terus setelah itu, yakinkan diri, kalau kita bisa menaklukkan hal-hal yang ga kita sukai ini. Biar kita bisa yakin, buat persiapan yang oke. Banyak-banyakin latihan sebelum presentasi. Banyak-banyak belajar sebelum ujian. Jangan lupa banyak-banyak makan juga biar perutnya ga keroncongan.

Dengan melalui proses ini, kita juga bakalan jadi “kaya” secara psikologis. Kita bakalan lebih matang dan lebih siap ketika harus berhadapan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya.

Percaya deh, semua kejadian yang terjadi di kehidupan kita, baik maupun buruk, semuanya bermanfaat bagi kita bahkan bagi orang lain.

Nanti, ketika rambut kita mulai memutih, gigi kita mulai tanggal satu persatu, pandangan kita mulai kabur (sekarang juga pandangan gue uda kabur -___-” sampe capek ngejernya) kita bisa berbagi pengalaman-pengalaman kita dengan anak cucu yang bisa mereka jadikan sebagai pembelajaran, kalau-kalau mereka menghadapi pengalaman yang sama dengan kita.

Intinya, jalanin aja apa yang datang ke kehidupan kita. Jangan menghindar. Rasakan setiap sensasi (senang, sedih, kecewa, marah, dll) dari setiap moment-moment itu. Itu baru namanya hidup.

ps: nonton Click deh biar ngerasain gimana ga enaknya hidup kita kalau waktu bisa di-skip atau di-fast forward

The ending of 2011

As 2011 almost reachs its end, my thought flied back the whole year. And memories attacked randomly. There are so many ups and downs. Friend comes and goes. Heart streaming in love songs. And academic thingy that still going on and on and on and on. Take me to my finish line, please.

After all happened, I still feel very grateful with what I had and have, lessons I learned and else. So, here, I make an alphabetic list contains things that I’m really grateful about this whole year. Let’s start.

 

A : Aloe vera. It has helped me through my hair fall issue.

B : Baking. Thank God I found some activity that I truly like and feel good at.

C : Cheesecake. The most delicious cake I made this year. The real cheesecake and the classic cheesecake, their both are champs!

D : Driving. I am truly grateful now I can ride everywhere I want, myself.

E : Ears. So I know things even I dont see it visually. With ears, I heard people’s voice tone and help me to know wether someone telling lies.

F : Family. No matter what happened, still, family is the most valuable thing in my life.

G : Google. Type a word and it searchs for you. Mostly it helps me found journals I need for my super final project.

H : Home. Best place in the world where I can eat anything I want, sleep anywhere I want, and take a shower anytime I want :D

I : Intrigue. I am stepping adulthood right now and I realize life intrigues are getting harder and push me to be stronger.

J : J.K. Rowling. Thank you very much for bringing such an amazing story into my life. I love Harry Potter.

K : Kitchen, I think it’s my second favorite place in my home after my room.

L : Love. What’s better than falling in love?

M : Music/movie. My mood booster after foods (and men). No, I’m not playing naughty right there.

N : Notebook. I had my new notebook early this year. And I am glad I had a new one.

O : Oatmeal. I’ve replaced my cleanser with oatmeal. Oh and baking soda too. Natural ingredients for face. What’s better than that?

P : Photoshop element. Now I can edit my pictures beautifully (in my eyes).

Q : Qing Fei De yi. I learned Mandarin this year. And this is a mandarin song that I used to sing months ago, around May, to practice my hanyu. It was the original soundtrack of Meteor Garden series.

R : Ramadhan. This year, I made my way back to the kitchen and baked cookies for Eid Al-Fitr with my grandma after 5 years. Thank God this year I had full holiday in Ramadhan.

S : Singapore. Yes, I had a great time in SG. Spent a short holiday right before my final exam started. Awesome!  I really wanna go back there again. And maybe oneday I could spend a period of time there.

T : Thechrisellefactor.com . Oh my!!!! I really really like her style. Thanks Michelle Phan for bringing her on Youtube.

U :  Ugly duckling. Why the hell I put this on the list? I dont even know why should I be grateful with this.  Idk, it’s all I can recall when I think U.

V : Vampire. The vampire diaries is my favorite serial this year. Should I be grateful with this?  Yes, I think, being grateful for a good series storyline.

W : WordPress. A media that I use to express what I feel, my opinion and of course what I bake or cook.

X : Xoxo (i dont have any idea for this alphabet).

Y : You. Yes, yes, you. You right there.

Z : Zoomyummy.com . She teachs me how to cook and how to edit pictures. Lovely lady.

 

Fiuhh,, Finally finish with the alphabet. It got harder near the ending.

But by making this list doesn’t mean I am just being gratefull with what I put on the list. I am very grateful, or at least trying to be, with every single things I had the whole year, wether it’s good or bad. I know it came to me with reasons. Happy new year people :)

Pie Pops

Belakangan ini selalu sulit untuk mencari waktu untuk nyobain resep baru. Hampir setiap hari pulang sore. Akhir minggu badan juga bawaannya mau males-malesan melulu. Tapi tadi pagi waktu lagi duduk nonton Gula-Gula, tiba-tiba tergerak untuk buat sesuatu.

Dan kebetulan baru nemu resep ini yang bahannya cukup mudah dan (aku pikir) cukup mudah pula proses pembuatannya.

Bisa dibilang hasil yang aku buat hari ini tuh gagal. Ada satu tahap kecil yang aku lewatin yang berdampak gedeeeeee >__<

Tapi karena hasilnya beberapa bagus ya dipost aja deh :D

Ohh, do you wanna know what I like from this pie?

No? You don’t wanna know?

Ahh, I’m still gonna tell ya. The crust!!! Enak banget deh, renyah gitu. Dan berasa menteganya. Nyammm..

Bahan :

350 gr tepung terigu protein sedang

230 gr mentega tawar dingin

¼ sdt garam

5 sdm gula pasir

60 – 120 ml air es

Isian : selai apa aja, mesis, keju, dsb

Olesan : 1 kuning teur + 1 sdt susu cair, campur

Cara membuat :

  1. Campur tepung terigu + garam + gula.
  2. Tambahkan potongan mentega tawar dingin, lalu aduk (bisa pakai garpu atau pakai tangan) sampai adonannya berbutir-butir.
  3. Tambahkan air es secara perlahan sampai adonan menyatu dan dapat diuleni.
  4. Tutup adonan dengan plastic wrap (kalo punya) kalo ga ada tutupin aja wadah adonannya pakai serbet dan masukkan ke dalam lemari es selama 20 menit. Beres.
  5. Siapkan loyang yang permukaannya sudah diolesi margarin.
  6. Setelah 20 menit, keluarkan adonan dari lemari es. Lalu giling adonan sampai mencapai ketebalan 3-5 mm. Lalu cetak dengan cetakan kue berdiameter ±6 cm.
  7. Ambil satu lapis adonan, beri isian. Lalu tutupi dengan lapisan adonan lainnya. Cubit-cubit bagian pinggir adonan, agar kedua lapisan ini menyatu agar isiannya tidak keluar. Susun di loyang.
  8. Lakukan sampai adonan dan isiannya habis.
  9. Berikutnya, olesi permukaan pie dengan campuran kuning telur
  10. Dan, bagian yang aku lewatkan nih, dengan pisau yang tajam, buat 3 lubang kecil di permukaan atas pie. Biar nanti sewaktu dipanggang, udara panas yang ada di dalam pie bisa keluar.
  11. Oven dalam suhu 175 ºC selama 20-25 menit atau sampai permukaan pie berwarna kuning keemasan.

 Happy baking people :)

Breaking Dawn part 1

Jumat 18 November 2011 kemarin, sekuel keempat dari Twilight Saga, Breaking Dawn, tayang perdana di Indonesia. Ini kedua kalinya aku nonton premiere. Sebelumnya nonton premiere waktu sekuel Twilight kedua, New Moon (kenapa juga selalu sekuel Twilight??).

 Secara personal, aku tidak suka poin cerita dari Twilight Saga. Kalau yang ngikutin filmnya, apalagi yang baca bukunya, pasti bisa ngerasain gimana Bella adalah seorang yang flat face, act bitchy, dan ga tau bersyukur.  Kenapa?

Pertama, di dalam imajinasiku, Bella itu orang yang kikuk, ga berekspresi, ga asik. Tapi bisa segitunya punya perasaan ke Edward. Hemm, maksud aku, bisa segitu nafsunya sama Edward. Coba deh perhatiin di bagian-bagian intim mereka. Siapa yang keliatan lebih nafsu. Pasti Bellanya. Dan Edward yang lebih menahan diri supaya dia ga menyakiti Bella. Tapi ketika Edward mencoba menjaga keselamatan Bella, Bellanya malah “minta lagi”. Bagiku, sulit untuk mnyatukan gambaran orang kikuk tapi bisa agresif sama orang yang dia suka. Atau ini semua karena pesona si pale face Edward Cullen? Maybe..

 Kedua, Bella itu cintanya sama Edward dan ga bisa hidup kalo Edward ga ada di sampingnya. Tapi Bella ngerasa hidupnya ga lengkap kalau ga ada Jacob. Bella bisa hidup tanpa Jacob, tapi ga ngerasa lengkap tanpa Jacob. Get my point? Ini cewek rakus. Kalau mau Edward ya uda Edward aja gitu, (Jacobnya untuk aku).

 Ketiga,  Bella ngebet banget jadi vampire. Biar bisa hidup abadi bareng Edward. Kalau aku ga salah inget, waktu adegan Bella siap-siap sebelum nikahannya, dia ada nyeletuk satu statement yang bau-baunya seperti dia ga pengen hidup sebagai manusia. Atau satu adegan lagi waktu Bella mimpi ngeliat ada nenek-nenek di samping Edward yang ternyata adalah dirinya sendiri. Jadi menurut Bella jadi manusia itu ga asik, karena dia bisa menua. Puh-liisss deh mbak. Ga tau apa si Bella lebih ga asik jadi vampire? Minum-minum darah. Najis tauk.

 Kalau boleh ada yang keempat nih, karena yang meranin Bella adalah Kristen Stewart yang bisa sangat pas memerankan Bella dengan sangat menyebalkan. I don’t like them both. Neither Bella character,  nor Kristen it self.

 Tapi dari semua kejengkelan nonton Twilight Saga pasti ada dong hal-hal yang bisa buat seneng? Jelas ada.

Untunglah di Twilight ada karakter bernama Jacob Black dan untung lagi yang memerankannya adalah Taylor Lautner yang secara fisik oke banget!!!!

Tell you something, waktu adegan-adegan yang ada Jacobnya, seringnya aku cuma fokus ngeliatin layar tanpa dengerin apa yang lagi dibicarain sama si Jacob. *tutup muka*

 Satu lagi yang aku suka dari Twilight Saga adalah scene ketika Edward-Bella dance waktu prom (Twilight) dan waktu Edward-Bella menikah (Breaking Dawn). These two are how I imagine my wedding decoration will be. Beautiful!

Sepertinya itu saja yang perlu aku sampaikan di postingan ini. Hmm..

Spageti Jamur Pedas

Rasanya sudah lama sekali waktu berlalu sejak postingan resep terakhirku. Belakangan ini aku mencoba memfokuskan pikiran ke kewajiban yang harus segera dituntaskan. Tapi lama-lama otak ini jadi mumet juga. Perlu diberi sesuatu yang menyenangkan biar otaknya istirahat sejenak *elehhh* So then I open up my recipe collection and search for something fresh and easy to make.

Tadi tuh niat awalnya mau buat cemilan buat bukaan. Dan dari pagi moodnya sudah nempel ke pancake. Ehh, di saat mau buat, baru sadar kalau persedian susu cair abis. Terpaksa ganti menu. Spageti jamur pedas. Jadi ini yang bakal jadi “cemilan” aku pas buka puasa nanti.

 

Bahan :

100 gr spageti

3 siung bawang putih, cincang kasar

1 sdm bawang bombay cincang

2 butir telur, kocok lepas

4 buah cabai merah, potong-potong (ganti rawit juga oke)

50 gr jamur hioko/kancing/merang/dsb, iris tipis memanjang

2 buah bakso sapi, iris tipis

1 ½ sdm kecap ikan

½ sdt merica hitam

Cara membuat :

  1. Didihkan 1 L air bersama ½ sdt garam + 1 sdm minyak goreng. Masukkan spageti. Masak selama 8-10 menit. Sisihkan.
  2. Tumis bawang bombay + bawang putih + cabai merah sampai harum.
  3. Tambahkan telur. Aduk sampai telur berbentuk orak arik.
  4. Masukkan jamur + bakso. Aduk rata.
  5. Tambahkan kecap ikan dan merica hitam. Aduk kembali
  6. Terakhir, masukkan spageti. Aduk rata.

 Bon appetite amigo :)

ps: kalau ngerasa hasil akhirnya terlalu kering, bisa ditambah 2-3 sendok sayur sisa air rebusan pastanya.

Glee bukan termasuk serial TV yang aku ikutin. Pernah nonton, tapi hanya dua atau tiga episode aja. Selanjutnya aku ngerasa bosan dengan jalan ceritanya. Terkesan maksa, lebay.

Tapi harus akui, aku suka (beberapa) lagu yang mereka cover. Sejauh ini ada dua sih yang aku paling aku suka.

I Feel Pretty/Unpretty (being sung by Rachel and Quinn)

best line :

At the end of the day I have my self to blame

I’m just tripping

And I feel pity to any girl who isn’t me tonight

 

Somewhere Only We Know (I gave my heart to Darren Criss (Blaine) when I heard it)

best line :

I’m getting old and I need something to rely on

I’m getting tired and I need somewhere to begin

And if you have a minute why don’t we go

Talk about it somewhere only we know

ps: jangan dengerin lagunya pas galau.

Farewell with Nina

I didn’t realize it would be a farewell video of Nina. At first I felt something different. Nina’s dad upload a long video, about eleven minutes. Rarely happened. And while wait the buffering process (oh yes, “wait” is a common word I use when I watch YouTube here. I always did the “wait” part), I read the description below the video. And found out Nina’s parents decide stop publishing Nina’s video.

I felt sad. I just knew her for half year and now she’ll be gone.

In this short time, Nina’s videos have given me memories. And a dream to build my family, especially my children, like the way Nina’s parents did.

I’m gonna miss mochi mochi mochi Nina :)

Ospekan? Perlu?

Timeline Twitter tiba-tiba rame ngebicarain masalah junior baru di salah satu fakultas di USU (yes, sekarang sedang masa orientasi) yang ngetweet bilangin senior di kampusnya kayak sampah. Dan efek dari tweetnya dia ternyata “oke” banget. Dari satu foto yang dishare teman di twitter, keliatan kalau si anak baru ini dibantai sama senior. Di foto itu kelihatan kepala si mahasiswa baru ditutupin sama tong sampah, dan bajunya kelihatan basah. Ga tau deh basah karena disiram air atau basah karena air yang ada di tong sampah itu *ewww*

Sebagai senior, aku bisa ngerti kalau ada perasaan ga senang ketika membaca tweet si mahasiswa baru. Berani banget masih mahasiswa baru uda ngata-ngatain senior. Tapi kalau sampai nutupin kepala orang pakai tong sampah? I think it’s too much. Kalau memang mau ngasi “pelajaran” untuk junior-junior baru, menurut aku cara-cara seperti itu ga tepat. Apa hak nya senior untuk berbuat kayak gitu? Karena mereka senior? Dan pasal 1 menyebutkan senior selalu benar? Ahahaha,, mana ada senior yang selalu benar. Memangnya senior Tuhan? (ehh, kenapa jadi emosi?)

Tapi kalau ngeliat tweet si mahasiswa baru. Perilaku kayak gini yang sering dijadikan “alasan” kenapa ospek perlu dilaksanakan. Katanya kalau ga diospek ya junior-junior jadi ga tau sopan santun sama seniornya. Tapi apa kalau ikutan ospekan terus ntar junior-juniornya jadi lebih sopan gitu? Sejauh observasiku, yang ikut ospekan aja masih bisa gak sopan kok perilakunya.

Jadi ospekan itu ada manfaatnya? Menurut pengalamanku, ospekan ga memberi manfaat, tapi hanya sebatas pengalaman yang bisa aku kenang ketika aku uda jadi sarjana atau kapan pun itu. Sebatas itu aja. Ospek bisa buat kenal sama senior? Masak sih? Ga semua senior kok jadi panitia ospekan. Ga bisa bener-bener kenal senior dong? Sisanya, aku ngeliat ospekan sebagai arena “pembalasan” atau “ambil jatah”. Ambil jatah pengen ngerasain gimana ngebentak-bentakin anak orang, gimana rasanya ngasi tugas yang aneh-aneh, atau nyuru junior untuk buat yang aneh-aneh. Ya, sebatas itu aja.

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.