Ayam Kodok

IMG_0273.JPG

Ga, ga ada kodoknya sama sekali kok. Hanya karena bentuknya menyerupai kodok, makanya dinamakan Ayam Kodok. Gampangnya, ayam utuh yang dipisahkan dari kulitnya, diambil dagingnya, lalu dicincang dan dicampur bumbu-bumbu tambahan, kemudian dimasukkan kembali ke dalam kulitnya tadi, hingga menyerupai bentuk ayam utuh.

Menu ini adalah tugas dari Homemade Lovers untuk bulan Juli. Awalnya begitu tau tugasnya harus masak dan ada teknik menguliti ayam seperti ini, agak males. Langsung kebayang bakal ribet buat misahin kulitnya. Ternyata ga, hanya sedikit tricky aja. Dan kebetulan pas banget ada moment yang pas untuk mengeksekusi resep ini. Sejujurnya aku sendiri ga sempet ngerasain ayam kodoknya, karena uda keburu diserbu sama tamu-tamu. Tapi karena masih ada sisa adonan isi yang ga bisa masuk ke dalam kulit ayam, akhirnya aku buat jadi chicken nugget (see below). Jadi bisa nyobain rasanya gimana, and yes it tasted good.

Will I make this again? Yepp, tapi kalau lagi ada special moment aja sepertinya ;p

Bahan-bahan yang dibutuhkan lumayan banyak dan metodenya juga lumayan detail. Jadi aku copy paste aja dari resep yang dishare di grup ya.

BAHAN :

  • 1 ekor ayam negeri (total bisa diperoleh 300-500 gr daging ayam, cincang)
  • 4 butir telur rebus, kupas kulitnya (aku ga pakai)
  • 300 gram daging sapi cincang
  • 6 lembar roti tawar
  • 200 ml susu cair
  • 2 butir telur

 Bumbu, dihaluskan :

  • 1 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 butir pala
  • 8 butir bawang putih
  • 8 butir bawang merah

 Bumbu lainnya :

  • 2 sdm kecap asin
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 1/2 sdt kaldu bubuk
  • 1/2 sdt garam

 Saus untuk mengoles ayam saat dipanggang, aduk jadi satu :

  • 2 sdm kecap manis
  • 1 sdm kecap asin
  • 1 sdm margarine

Saus coklat :

  • 1 sdm margarine
  • 1 butir bawang bombay, cincang halus
  • 4 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 1/2 sdt merica hitam butiran, tumbuk kasar
  • 1/2 butir pala, haluskan
  • 1/4 sdt merica bubuk
  • 2 sdt saus tiram
  • 3 sdm kecap manis
  • 1 1/2 sdm kecap asin
  • 1/2 sdt kaldu bubuk
  • 500 ml air kaldu (aku buat dari merebus sisa tulang ayam dengan 500 ml air)
  • 2 sdm maizena, cairkan dengan 2 sdm air

 CARA MEMBUAT :

Melepaskan Kulit Ayam

  1. Siapkan ayam, letakkan di meja datar, bersihkan ayam dengan menggosok permukaan kulit ayam dengan menggunakan garam kasar, gosok hingga kulit ayam bersih, cuci bersih ayam dari sisa garam dengan air mengalir.
  2. Persiapkan pisau dapur kecil yang tajam dan gunting, kita akan melepaskan kulit ayam. (actually, aku cuma pakai tangan dan pisau besar untuk matahin persendian tulang sayap dan pahanya)
  3. Letakkan ayam di atas meja, mulailah melepaskan kulit ayam dari bagian bawah ayam yang terbuka.
  4. Lepaskan dengan hati-hati dan perlahan dengan menggunakan pisau, gunakan jari anda untuk masuk ke dalam kulit dan lepaskan hati-hati jaringan di bawah kulit ayam. Jika sulit dilepas, gunakan gunting sebagai bantuan.
  5. Lakukan proses pelepasan kulit ini dari dua arah, yaitu dari bagian atas dan bawah ayam yang terbuka. Potong sendi antara sayap dengan badan menggunakan pisau tajam, biarkan sayap tetap utuh. Lakukan pada kedua sayap. Jika semua bagian badan telah lepas, keluarkan bagian badan ayam dari sayatan di bawah, sekarang kita akan melepaskan bagian paha.
  6. Tarik kulit di bagian paha hingga menyentuh bagian bawah, potong bagian sendi paha bawah yang tersambung dengan paha atas. Lakukan pada kedua paha. Potong setengah bagian paha bawah yang masih menempel di kulit, lakukan pada kedua paha. Gunakan pisau tajam dan alat pemukul yang berat saat melakukannya.
  7. Sekarang bagian badan ayam yang telah terlepas dari kulitnya bisa anda pisahkan, letakkan di mangkuk terpisah.
  8. Letakkan kulit ayam di meja, rapikan. Jahit bagian kulit yang berlubang dengan benang (aku pakai tusuk gigi). Jahit bagian ekor yang terbuka sehingga tertutup rapat (kita akan memasukkan isi lewat bagian leher ayam). Masukkan kulit ke dalam mangkuk, tutup rapat agar tetap lembab dan sisihkan.

 Membuat Isi:

  1. Lepaskan daging ayam dari tulang-tulangnya, akan terkumpul sekitar 300-500 gram daging. Cincang daging menggunakan pisau tajam atau masukkan ke dalam food processor dan proses hingga lumat.
  2. Rendam roti tawar dengan air susu, remas-remas hingga roti hancur. Tambahkan susu/air jika roti kurang basah. Sisihkan.
  3. Siapkan mangkuk, masukkan daging ayam cincang, daging sapi cincang, telur, bumbu halus dan roti tawar. Aduk rata. Tambahkan kecap asin, saus tiram, kaldu bubuk dan garam. Aduk hingga rata.

 Mengisikan Adonan ke Kulit Ayam:

  1. Bentangkan kulit ayam di meja, rapikan. Masukkan setengah adonan isi ke dalam kulit ayam, tekan dan dorong sehingga isi menjadi padat.
  2. Kalau menggunakan telur, masukkan dua butir telur ayam rebus di sisi kiri dan kanan ayam, masukkan kembali sisa adonan tekan dan padatkan di bagian paha dan badan ayam. Masukkan dua butir telur rebus dengan mendorongnya ke dalam adonan, letakkan di sisi bawah, kanan dan kiri.
  3. Padatkan adonan dan tarik kulit yang terbuka agar menutup, jahit dengan menggunakan jarum dan benang hingga kulit tertutup rapat. (aku bahkan melewatkan tahapan ini karena takut kulitnya sobek. Jadi hanya aku tutup dengan mengatur posisi sayap ayam agar menutup di atasnya, dan hasilnya aman, isinya tidak keluar ketika dikukus)
  4. Balikkan ayam, rapikan bentuknya.
  5. 20160708_154738.jpg
    Ready to steam

    Letakkan ayam di panci kukusan, kukus dengan api sedang selama 35 – 40 menit atau hingga ayam matang. Terlalu lama mengukus akan membuat kulit ayam menjadi pecah dan rusak.

  6. Olesi permukaan ayam dengan bumbu pengoles menggunakan kuas, ratakan hingga menutupi seluruh permukaan ayam. Panggang ayam di dalam oven dengan suhu 170’C selama 15 menit atau hingga permukaan ayam menjadi coklat keemasan dan terlihat mengkilap. Keluarkan ayam, olesi dengan bumbu pengoles sekali lagi dan panggang selama 5 menit. Angkat ayam, pindahkan ke piring saji.

 Membuat Saus Coklat:

  1. Siapkan wajan, panaskan margarine hingga meleleh dan panas, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum dan kecoklatan.
  2. Tuangkan air kaldu, masak hingga mendidih.
  3. Masukkan kecap manis, saus tiram, kecap asin, lada hitam, kaldu bubuk dan merica bubuk. aduk rata.
  4. Tuangkan larutan maizena ke dalamnya, aduk rata hingga larutan mengental. cicipi rasanya. angkat.

 Penyajian:

Potong ayam membujur di tengah-tengah dari bagian leher ke bagian ujung belakang. Iris tipis masing-masing potongan sehingga telur bisa teriris dengan baik. Letakkan di piring saji dan siram dengan saus coklat.

***

wp-image-902987196jpg.jpg
Homemade chicken nugget

Karena ukuran ayam yang aku gunakan kecil, jadi tidak semua adonan isi bisa masuk ke dalam kulitnya. Jadi, sisanya aku olah jadi nugget. Sisa adonan isi aku tuang ke dalam loyang bulat ukuran 20 cm lalu aku kukus selama 40 menit juga. Setelah dingin, aku potong-potong sesuai ukuran yang aku mau, lalu celupkan ke dalam kocokan telur dan balur dengan tepung roti/tepung panir*. Simpan di dalam freezer minimal 1 jam sebelum digoreng.

*tepung rotinya aku buat sendiri. Jadi sisa roti tawar yang ada aku masukin ke dalam oven dengan suhu rendah sampai rotinya garing. Apabila sudah garing dan sudah hilang uap panasnya, roti tinggal diparut atau dimasukkan ke dalam food processor sampai agak kasar.

Pizza

I tried this recipe three times already. Dari tiga kali nyoba, pinggirannya selalu keras. Usut punya usut, kayaknya karena dibakar terlalu lama. Di instruksi hanya diminta dibakar selama 20 menit. Tapi aku selalu ngerasa lapisan bawah crustnya belum cukup coklat, takut masih mentah crustnya, jadi waktunya ditambah. Ternyata malah pinggirannya jadi keras. Jadi, ikutin kata resepnya aja ya mba yuuuu 😅

Buat topping, ga ada resep khusus, bisa kreasi sesuai selera. Saosnya bisa dipilih pakai saos tomat atau pesto. Lalu bisa pakai smoked beef, daging cincang, sosis, paprika, jamur, jagung, nanas, tuna or anything else comes to your head. Kejunya juga ga harus mozarella atau parmesan. You can go with cheaper option like cheddar or quick melt Kraft.

Bahan untuk crust:

500 gr tepung cakra kembar

1/2 sdm garam

1/2 sdm gula pasir

7 gr (2 sdt) ragi instan

325 ml air
Cara membuat:

  1. Campur semua bahan di wadah ukuran sedang. Uleni dengan tangan atau bisa dengan bantuan mixer dengan hook attachment tool. Uleni sampai adonan tercampur rata dan kalis serta menyatu membentuk bola besar (kalau disentuh adonannya tidak nempel di tangan)
  2. Diamkan selama 45 menit – 1 jam sampai adonan mengembang dua kali lipat dari ukuran awal
  3. Setelah 1 jam dan adonan mengembang, here comes the fun part. Kempiskan adonan dengan cara dipukul sekali agar udara yang ada di dalamnya keluar.
  4. Bagi 4 adonan. Ambil 1 bagian lalu tipiskan di atas permukaan yang sudah ditaburi tepung sampai ketebalan 0,5 cm.
  5. Topping: seperti yang aku bilang sebelumnya, toppingnya bebas. But the key is to put less. Kadang kita terlalu semangat to put everything on top of our pizza. Kalo aku suka pakai saos tomat, lalu taburin oregano kering di atasnya, dan pakai sosis + paprika + bawang bombay + jamur, baru di atasnya diberi taburan keju.
  6. Panaskan oven suhu 170°C dan bakar selama 20 menit. Kelar deh 😋

Craquelin Choux

IMG_20160615_083326[1]

As I mention on my previous post, I just joined cooking/baking group called Homemade Lovers, where every month we have to do task given by group leader and execute it as good as we can. This month challenge is choux pastry or mostly known here in Indonesia as “kue soes”. I have ever post choux pastry recipe in my old post, but this version I admit had better result. I got the perfect puffy pastry with huge space inside to filled with cream.

We were pushed to make something unique, not just ordinary choux pastry. There are several ideas shared in our group, but my minds stuck to this Craquelin Choux. I have been wondering how to make it since long time. I first noticed this type of choux pastry in the final of Masterchef Junior Australia a few years ago. Yes, I said Junior. How to make the crack on the top of the choux. Now, I know how!

Choux Ingredients:

  • 65 gr bread flour
  • 50 gr margarine
  • 150 ml water or milk
  • 1 tsp Caster sugar
  • a pinch of salt
  • 2 Large eggs

Methods:

  1. Heat margarine + water/milk + sugar + salt in a saucepan until margarine is melted. As soon as margarine is melted remove the pan from the heat (don’t let it boil too long as the batter will turn out dry)
  2. Add in flour and stir mixture with wooden spoon or spatula until the dough forms a ball and no longer sticks to the sides of the pan. You may notice the dough seems wet, not to worry after few minutes the flour absorbs the water.
  3. Preheat the oven to 170°C (even tough the recipe called for 200°C)
  4. Add eggs and mix again until it well incorporated
  5. Pour in to the piping bag with the nozzle as preference.
  6. Bake for 40 minutes in 170°C.

* Make sure baking sheet that already greased thinly with margarine and dusted with flour

**I have ever tried baked this in 200°C for 20 mins but it burnt. I found this way stabilize the temperature and less possibility to be burnt and your choux would still rise beautifully. And, after you are done, do not open your oven immediately. Turn off the gas and let the choux sit inside for 10-15 minutes before you let it out.

Cream Pastry ingredients:

  • 1 egg and 1 egg yolk
  • 1 tbsp corn flour
  • 60 gr Caster sugar
  • 250 ml milk (you can reduce to 200 ml)
  • 1 tbsp margarine (I forgot to put it in!!!!)
  • 1/2 tsp Vanilla extract / essence

Method:

  1. Whisk the eggs, sugar and corn flour until thick and pale in colour.
  2. Place the cream and the milk in a saucepan and bring to boil.
  3. Pour small part of milk over the egg mixture, whisking all the time. Then pour the whole mixture back to the milk in a saucepan and whisk over a gentle heat until the mixture becomes thick and boiling. Keep out from heat, keep stirring. Wait for a few minutes, add in margarine and vanilla. Stir until it well incorporated with the cream. While cooling, cover it with the plastic clingwrap to avoid the cream turn dry. Chill in the refrigerator until needed.

* You may prepare this filling one day in advance.

 

Craquelin ingredients:

  • 50 gr Butter
  • 40 gr sugar
  • 60 gr All purpose Flour

Method:

  1. Beat butter and sugar till light and creamy, add in sifted flour, mix to combine.
  2. Keep the fridge to harden.
  3. Place dough in between two sheets, roll thinly
  4. Cut into small square and place on top of the choux pastry

 

Killer Soft Bread

_MG_4225[1]
Killer soft bread
As the name, this bread is really soft. And I also promise you this recipe is failed-proof.

You may know I love baking cakes, cupcakes, or anything where yeast doesn’t come along in the recipe. My dough always failed and it wouldn’t rise as it suppose to be, as a result the final product is hard to chew.

Couple weeks ago I join online baking group on Instagram, called Homemade Lovers. here I found bunch of people who love to cook or bake in daily activity. There will be one challenge every month that mandatory for all participants and we all will post our end result at the same time as scheduled by the group leader (FYI, the challenge for June is choux pastry, I will post that in my next post).

Beside one regular challenge every month, this group also challenge you to try some thematic recipe, just for fun. One of the challenge is to bake creation of Killer Soft Bread recipe. After saw several post they posted on Instagram, I wanted to try the recipe.

Actually i don’t know the origin of this recipe, but you can google it and found Victoria Bake mentioned in most linked.

Without further adieu here is the recipe:

  • 260 gr bread flour (cakra kembar)
  • 1 tsp dry yeast
  • 40 gr sugar
  • 2 egg yolks
  • 150 ml milk
  • 30 gr margarine/butter
  • pinch of salt
  • stuffing: cheese/sausage/chocolate sprinkle/or anything into your liking

Method:

  1. You can use hand or electric mixer to make the dough ( I use mixer with hook attachment).
  2. Combine flour + sugar + egg yolks + milk + yeast + salt. Set your mixer to lowest speed and mix them all until it reach dough form, smooth and slightly tacky when you touch it.
  3. Add margarine into the dough and mix again until it blends well and turn your mixer to highest speed and mix for 2 minutes.
  4. Prepare a bowl and smeared it with a little touch of oil. Transfer the dough into the bowl and cover it with plastic wrap and let it rest and rise around 50-60 minutes. This is what we called as proofing.
  5. After proofing phase your dough will double in size. Transfer to flat working space that already dusted with thin flour and give it a little knead.
  6. Divide your dough into 9 little balls. Place one ball on your palm and press it flat. Stuffed with your preference stuffing (I use cheese). And cover it back and form back into ball.
  7. Place the tiny dough inside 9 inches square pans, and let it rises again for the second time around 30-50 minutes.
  8. Bake in 170°C for 20 minutes. And voila!! Warm, fresh, soft bread ready for your taste buds.

Continue reading “Killer Soft Bread”

Short Trip: Curug Luhur

Minggu pertama Mei diwarnai dengan 2 tanggal merah yang jatuh berdekatan. Long weekend people!

Dari beberapa bulan lalu bingung mikirin mau ikutan trip kemana, mumpung liburnya panjang. Akhirnya, mutusin stay di Jakarta aja ngumpul sama temen-temen, ngemall *typical*

Tapi untungnya di menit-menit terakhir dapat ajakan short trip ke Curug Naga (awalnya), buat body rafting. Mengingat pengalaman body rafting sebelumnya di Green Canyon gw tertantang untuk mencoba lagi di track yang berbeda. Ditambah sekarang lagi musim kemarau, jadi tentunya lebih aman untuk main body rafting, karena debit airnya tidak terlalu tinggi, sehingga jeramnya juga tidak terlalu liar. Plus hanya memakan biaya sebesar 200.000 rupiah aja. Info lebih jelas bisa dilihat di sini. Ada banyak pilihan paket yang bisa dijadikan referensi untuk mengisi liburan Anda selanjutnya.

Tapiiiiiiiiiii………..

Plannya langsung buyar begitu nyampe di Stasiun Bogor, karena ga ada angkot yang mau narik ke arah Puncak karena uda macet. Dan kalau kita tetap maksain, baru nyampe di Curug naga around jam 3an (kata abang angkotnya) whichis waste of time banget. Langsung deh cari pilihan lain biar tripnya ga zonk. Ada dua pilihan, Curug luhur dan Curug Bidadari. Setelah cek Google, kita memutuskan mengubah destinasi ke Curug Luhur, karena dari foto-fotonya lebih menarik. Wisata yang dijanjikan adalah Curug dan kolam renang.

Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dengan menggunakan angkutan umum dari Stasiun Bogor. Lumayan jauh, tapi ga macet.

Sesampainya di Curug Luhur, kita dapet zonk kedua. Aslinya ga sesuai dengan gambar-gambar di Google. *korban Google*

curug luhur 1.JPG
taken from Google

Kita kirain bakal ada tracking untuk menuju Curugnya. Ternyata jatuhnya kolam renang simpel yang dibuat di sekeliling curug.

Curug-Luhur-2
taken from Google

Kecewa? Jelas. Karena kita expectnya mau kegiatan outdoor yang memacu adrenalin. But hey, there’s always silver lining in every clouds kan.

Menurut gw tipe perjalanan itu ada 3. Pertama, tempatnya yang buat kita ngerasa seneng karena bagus. Kedua, orang-orangnya yang seru dan ngebuat perjalanannya berkesan. Ketiga, tempat dan teman perginya sama-sama menyenangkan.

Kali ini gw ada di nomor 2. Untungnya orang-orang yang ikutan trip seruuuuuuuuu banget! Tempat yang menurut kita biasa aja, jadi menghibur karena candaan dan aktivitas simpel selama di curugnya.

At the end of the day, I felt so happy and satisfied about today. I had fun for sure. Jadi benar ya kalau best accompany yang sebenarnya lebih memberi warna dalam hidup, tanpa harus melihat sesimpel atau semewah apa pilihan yang dijalani.

Movie Review: Ada Apa Dengan Cinta 2

Ilustrasi: Yogyes.com

 

Yess, film yang paling ditunggu-tunggu banyak orangnya akhirnya tayang perdana juga 28 April 2016 lalu.

Gw jujur bukan pecinta film Indonesia dan sebagai orang yang cukup perhitungan soal duit, gw lebih males lagi nonton film Indonesia di bioskop. Karena menurut gw, dengan sabar menunggu beberapa bulan, film nya toh bakal tayang di layar kaca dan bisa ditonton free. (iyeee, gw segitu perhitungannya)

Film dimulai dengan Cinta yang lagi kumpul-kumpul di kafe bareng temen-temennya: Milly, Maura, dan Karmen. Milly (Sissy Priscillia) diceritakan menikah dengan Mamet (Dennis Adhiswara) dan saat ini sedang hamil. Maura (Titi Kamal), menikah juga dengan Chris or Kris or I dont know how to spell it (yang diperanin sama suami aslinya sendiri Christian Sugiono) dan sudah memiliki anak. Karmen (Adinia Wirasti), divorced dan sempat bersentuhan dengan drugs. Sedangkan Alya, diceritakan meninggal dunia karena suatu kecelakaan. Dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) baru saja tunangan dengan Trian (Ario Bayu) dan memiliki small art gallery.

Menurut gw, film ini full of nostalgic things tapi miskin konflik. Ceritanya super simpel dan ada kesan agak dipaksakan.

Nostalgic ketika ngeliat interaksi Cinta dengan teman-temannya, berasa banget chemistrynya. Kayak ngeliat sekumpulan teman lama yang uda tau satu sama lain sampai ke dalam-dalamnya. Mereka kayak ga perlu acting ketika sedang scene bareng-bareng. It’s just like looking their interaction in real life. Meanwhile, Rangga tetap dingin, misterius, and attractive in his kind of way.

Dan semakin nostalgic ketika adegan mulai beralih dan fokus pada Cinta dan Rangga.

Cara Rangga ngajakin Cinta keliling Jogja. Mulai dari sewa mobil, ngajakin nonton puppet show (gw tertarik BANGET sama pertunjukkan ini), ngajakin makan sate, ngajakin ke Punthuk Setumbu to watch the sunrise. Ya pokoknya cara-cara lama Rangga yang ngebuat kita cewe-cewe gregetan (sama kayak Rangga di AADC pertama). Ya, jadi lebih nostalgic dengan karakter Rangga jadinya. Dan gimana chemistry Rangga dan Cinta dapet banget. Chemistry yang membuat penontonnya ngarep mereka bener jadi pasangan di dunia nyata.

Miskin konflik karena when you see it in further angle, AADC 2 hanya dibuat untuk mengorek rasa penasaran yang sudah terbenam lama. I used “mengorek”, bukan mengobati. Rentang waktu yang sudah melewati satu purnama, sebenarnya membuat gw uda lupa, uda ga penting lagi. Namun, melihat ada celah di “orang-orang masih penasaran sama akhir cerita CInta dan Rangga” and there goes the movie.

Konflik yang terkesan maksa pun dimunculkan.

Seperti tokoh adik tiri Rangga yang out of no where muncul di NY, nyamperin Rangga minta dia ketemu ibunya. Asli gw bete sama adiknya Rangga. Baru juga ketemu Rangga beberapa jam, uda lebay marah-marah karena Rangga ga mau diajak ketemu ibunya. Agak lebay menurut gw actingnya. Sedangkan, Nicholas tetap acting cool as Rangga.

Adegan Cinta menampar Rangga juga maksa menurut gw. Timing ga pas, tamparan juga terdengar lemah. Adegan yang mungkin dimaksudkan membuat penonton terperanjat, malah akhirnya jadi lucu. (the whole studio laughed).

Adegan yang paling disayangkan adalah adegan Cinta dan Rangga di kafe. Terlalu banyak meme yang muncul dari potongan adegan ini. Sehingga, kembali adegan ini jadi adegan komedi lainnya.

Finishing cerita juga ketebak, tapi super simpel banget-banget. Hanya mengulang skenario akhir di AADC. Namun, bedanya kali ini penonton ingin diajak berasa greget karena Cinta ga berhasil ngejar Rangga di bandara seperti sebelumnya. Gagal bok, kita ga berasa greget sama sekali. Toh biar pun gagal nyusul ke bandara, Cinta akhirnya nyusulin ke New York langsung.

Tapi, secara keseluruhan, buat gw AADC 2 tetap menghibur karena unsur nostalgicnya tadi. Kita jadi keinget lagi dengan chemistry yang sudah terbangun di karakter-karakter lama, dan somehow mengingatkan hubungan kita sendiri dengan sahabat-sahabat kita dahulu serta kisah cinta lama yang sebenarnya belum usai.

 

published on Kompasiana April 30th, 2016

I like you too much

Though you’ve gone away this morning,
You’ll be back again tonight,
Telling me there will be no next time
If I just don’t treat you right,
You’ll never leave me and you know it’s true,
’cause you like me too much and I like you.

You’ve tried before to leave me,
But you haven’t got the nerve
To walk out and make me lonely
Which is all that I deserve,

You’ll never leave me and you know it’s true,
’cause you like me too much and I like you.