Bread Cake


Another challenge from Homemade Lovers. Ngerjain PRnya mepet sama deadline, cuma sekali buat doang. Ga puas sebenarnya sama hasilnya, karena hasil gulungannya belum rapi ditambahkan proofingnya lama karena pas ngebuat cuacanya lagi mendung. Diakalin deh ditaro deket oven. 

Seharusnya biar hasilnya cantik, pakai loyang khusus untuk roti tawar. Tapi karena ga punya, aku cuma pakai loyang biasa ukuran 20×20 cm. But it still worked kok.

Bahan ROTI:

125 gr Tepung protein Tinggi

25 gr Tepung protein sedang

25 gr Mentega 

20 gr Gula pasir

1 sdm Susu bubuk

1 sdt Yeast

2 gr Garam

1 btr Kuning telur

15 gr Susu kental manis

70 ml Susu cair

Selai strawberry secukupnya

Cara membuat :

– Aduk semuanya kecuali yeast sekitar 10 menit baru masukan yeast dan ulenin sampai kalis .

– kemudian giling selebar loyang roti tawar dan olesi selai diatasnya

– Gulung arah kebawah dan ditekan pas gulungan sampai akhir gulungan di cubit adonan . Alasin loyang dengan kertas roti kalau loyang nya yang bukan anti lengket

–  masukan ke loyang ukuran 20x20cm dan arah sambungan menghadap ke bawah, didiamkan sampai 2 kali lipat ukuran kira kira 1 jam 15 menit.

– setelah 1 jam buat adonan cake
CAKE: 

Bahan kuning Telor:

3  butir telur, pisahkan

50  gr gula

30  ml susu cair

30  ml minyak sayur

55  gr Tepung segitiga

Pewarna makanan
Cara membuatnya :

-kocok kuning telur & 20 gr gula halus sampai putih kemudian masukan susu cair , minyak & tepung aduk sampai rata . sisihkan

-kocok putih telur dengan mixer kecepatan sedang sampai berbuih. Pindah dengan cepatan tinggi masukan 30 gr gula sedikit demi sedikit sampai habis dan mixer sampai kental .

– kemudian campuran adonan kuning telor dengan putih telor dengan spatula dengan cara bolak balik .

– siap dituangkan ke atas adonan roti yang sudah mengembang

– panggang dalam suhu 180 c selama 40-55 menit (tergantung oven masing masing)

Dieng Culture Festival 2016

I’ve been planning and waiting for this trip since April!

Selain memang uda dari lama pengen ke Dieng, alasan utama mau ikutan Dieng Culture Festival adalah pengen ngerasain sendiri berdiri di bawah ribuan lampion yang diterbangkan secara bersamaan sambil humming lagu “I see the light”. Cheesy reason I know, but I cant help my self 😆

Day 1

Hari pertama dimulai dengan perjalanan dari stasiun Pasar Senen menuju stasiun Purwokerto yang memakan waktu kurang lebih 5 jam menggunakan fasilitas kereta ekonomi. 

Nah, buat yang belum pernah naik kereta ekonomi, sedikit tips, bawa bantal leher ya dan kalau bisa duduk dekat jendela. Selain bisa senderan pas tidur, juga dekat sama colokan.

Sesampainya di Purwokerto perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan bis menuju Dieng yang mana aku gunakan untuk, tidur lagi. Sampai ga tau kota-kota kecil apa yang kita lewati dan berapa lama waktu tempuh menuju Dieng.

Tiba di Dieng, kita langsung ke homestay. Homestay di sini adalah rumah-rumah warga yang disewakan untuk menjadi penginapan sementara bagi pengunjung yang datang. Homestay yang kita dapat bagus dan bersih, udah ada pemanas airnya juga kalau kita mau mandi. Karena air di Dieng dingin banget! Kayak mandi pakai air es.

Sebelum mulai eksplor wilayah Dieng, kita menikmati menu wajibnya dulu, yaitu Mie Ongklok.

Perjalanan pertama dimulai di kawah Sikidang. Kalau datang ke sini, wajib pakai masker atau pashmina untuk menutupi indra penciuman, karena bau belerangnya tajem banget. Di bagian ujung ada kolam besar yang masih menggelegak dan mengeluarkan asap putih tebal. 

Next kita lanjut ke Batu Ratapan Angin, Telaga Warna dan Jembatan Merah Putih. Ketiga tempat ini berada dalam satu lokasi yang berdekatan. Agendanya ngapain di sini? Yaa… foto-foto 😅

Oh ya, di setiap objek wisata di Dieng pasti ada ibu-ibu yang jual kentang atau jamur yang seperti menjadi hasil bumi utama di Dieng. Kentangnya pulen sih, plus mendukung banget dimakan pas hangat-hangat di tengah suhu Dieng yang dingin (around 16°C kalo siang). Selesai dari Telaga Warna, kita balik ke homestay dan bersiap untuk Jazz Atas Awan day 1. 

Jazz Atas Awan diselenggarakan di dekat pelataran Candi Arjuna. Setiap pengunjung VIP mendapat 1 porsi kentang yang dimasak dengan gravy yang rasanya mirip kuah semur. Kayaknya menunya salah deh ini. Karena akhirnya banyak bertumpahan, padahal kita nontonnya sambil duduk di bawah tanpa ada alas. Buat yang taun depan mau nonton, bisa siapain koran atau terpal untuk alas duduk kalian ya, biar pakaian ga kotor dan juga ga cepat berasa dingin. 

Untuk hari pertama, pengisi acaranya adalah band-band Indie dengan aliran Jazz yang berasal dari luar Jawa Tengah. Kita hanya menyaksikan penampilan dari Glanze (Jakarta) dan Tesla Manaf (Bandung). Glanze bagus deh penampilan panggungnya, suaranya juga bagus, tapi kita lebih banyak ga tau lagu-lagu yang mereka bawain. Padahal badan bawaanya pengen sing along lagu-lagu yang familiar di telinga biar dinginnya ga berasa. Jadi, kita milih buat pulang aja, tidur cepat karena besok kita harus bangun pagi buta buat ngejar sunrise.



Day 2

Hari kedua dimulai dengan bangun jam 3 dini hari. Asli, berasa baru tidur bentar tapi harus siap-siap ngedaki lumayan lama. Dieng dingin banget!!!!!!!!!!! (coba hitung berapa kali gw uda nyebut “dingin” dari tadi).

Medan trackingnya lumayan buat ngelatih otot kaki. Sebaiknya seminggu sebelum ke Dieng, rutin olahraga ya, biar staminanya terlatih jadi ga cepet berasa capek. Ada beberap spot untuk menikmati sunrise di Dieng, puncak Sikunir, bukit Skuter atau bukit Pangonan. Kita milih lokasi terakhir, biar ga ngantri naiknya, padahal tetep aja ngantri 😜

Puas foto-foto di atas bukit Pangonan, kita balik menuju ke bawah, ke savana Pangonan, dan foto-foto lagi.

Sampainya di homestay, kita istirahat dulu sebelum menuju puncak Sikunir.

Pendakian menuju puncak Sikunir lebih pengunjung-friendly, karena uda ada tangga sederhana yang disediakan serta pegangan dari tali tambang besar yang membantu kita untuk mendaki. Sayangnya, sesampainya di atas, lagi mendung. Padahal kalau cerah, kita bisa melihat Gunung Sindoro dari puncak Sikunir. Kita buru-buru balik karena mendung makin tebal. Dan benar, ga lama kemudian hujan turun. Makin licin track yang harus ditempuh.

Sampai ke homestay hujan juga belum menampakkan tanda-tanda berhenti. Udah agak khawatir ga bisa nerbangin lampion, since itu moment yang gw tunggu banget. 
Selepas isya, akhirnya ujan berhenti! Kita buru-buru menuju ke pelataran Candi Arjuna untuk menyaksikan Jazz Atas Awan day 2. Kali ini datang tanpa ekspektasi tinggi. Tapi justru di hari kedua ini lebih bisa menikmati acaranya karena banyak yang membawakan lagu-lagu yang familiar di telinga. Ga berasa dingin deh.

Hari kedua pengisi acaranya full band-band yang berasal dari wilayah Jawa Tengah. Penampilannya jauh lebih bisa dinikmati, banyak lagu yang bisa dinyanyiin bareng-bareng. Ditambah dengan penampilan dari Anji yange ngebuat suasana menjadi lebih riuh. Gw bukan penikmat lagu-lagunya Anji. Tapi lagu-lagu yang dibawa Anji malam itu berhasil dengan sukses ngebuat gw baper 😣😣

Favorit gw adalah puisi dari Khrisna Pabichara yang dimusikalisasi oleh Anji dan jadi bagus banget. 

Daaaaaaannnnnn akhirnya acara puncak yang gw tungguin. Penerbangan lampion.

That was great night for sure! Cant stop smiling all night.

Day 3

Dan kita memasuki hari terakhir yang menjadi puncak acara, pemotongan rambut anak gembel/gimbal. 

Jadi, katanya untuk pemotongan rambut anak gimbal ini harus melalui ritual khusus. Kalau dipotong dengan cara biasa, anaknya nanti bisa demam dan rambut gimbalnya tumbuh kembali. Nah, anak-anak yang mengikuti proses ritual inu juga hanya anak-anak yang memang mau rambut gimbalnya dipotong, tanpa ada pemaksaan dari orang tuanya. Sebelum rambutnya dipotong, keinginan anak-anak gimbal harus dipenuhi terlebih dahulu. Ada yang minta anak sapi untuk dipelihara, durian 5 buah (gw mah bakal minta setruk kayaknya), baju dengan gambar Frozen, bahkan ada yang cuma minta ikat rambut 2 buah aja. 

Sebelum proses pemotongan, anak-anak ini dikumpulkan di rumah ketua adat. Kemudian mereka diarak menuju Candi Arjuna. Sesampainya di sana baru proses pemotongan dilakukan dengan sebelumnya dibacakan doa-doa yang aku ga paham isi dan artinya karena diucapkan dalam bahasa Jawa. Setelah dipotong, rambut-rambut tersebut nantinya akan dilarung di Telaga Warna untuk menyempurnakan prosesinya. Diyakini dengan mengikuti ritual ini, rambut gimbal tidak akan tumbuh kembali.
So, that’s the end of this AWESOME trip.
Deeply I am truly happy and enjoy it very much. Perjalanan yang menarik bersama orang-orang yang menyenangkan.

 You know that saying “we just met, but I feel like I’ve known you for years”. Persis banget itu yang aku rasain ke teman-teman baru dalam trip ini. Kombinasi pas yang menciptakan memori manis untuk bisa aku ingat dalam waktu yang lama. 

Ayam Kodok

IMG_0273.JPG

Ga, ga ada kodoknya sama sekali kok. Hanya karena bentuknya menyerupai kodok, makanya dinamakan Ayam Kodok. Gampangnya, ayam utuh yang dipisahkan dari kulitnya, diambil dagingnya, lalu dicincang dan dicampur bumbu-bumbu tambahan, kemudian dimasukkan kembali ke dalam kulitnya tadi, hingga menyerupai bentuk ayam utuh.

Menu ini adalah tugas dari Homemade Lovers untuk bulan Juli. Awalnya begitu tau tugasnya harus masak dan ada teknik menguliti ayam seperti ini, agak males. Langsung kebayang bakal ribet buat misahin kulitnya. Ternyata ga, hanya sedikit tricky aja. Dan kebetulan pas banget ada moment yang pas untuk mengeksekusi resep ini. Sejujurnya aku sendiri ga sempet ngerasain ayam kodoknya, karena uda keburu diserbu sama tamu-tamu. Tapi karena masih ada sisa adonan isi yang ga bisa masuk ke dalam kulit ayam, akhirnya aku buat jadi chicken nugget (see below). Jadi bisa nyobain rasanya gimana, and yes it tasted good.

Will I make this again? Yepp, tapi kalau lagi ada special moment aja sepertinya ;p

Bahan-bahan yang dibutuhkan lumayan banyak dan metodenya juga lumayan detail. Jadi aku copy paste aja dari resep yang dishare di grup ya.

BAHAN :

  • 1 ekor ayam negeri (total bisa diperoleh 300-500 gr daging ayam, cincang)
  • 4 butir telur rebus, kupas kulitnya (aku ga pakai)
  • 300 gram daging sapi cincang
  • 6 lembar roti tawar
  • 200 ml susu cair
  • 2 butir telur

 Bumbu, dihaluskan :

  • 1 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/2 butir pala
  • 8 butir bawang putih
  • 8 butir bawang merah

 Bumbu lainnya :

  • 2 sdm kecap asin
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 1/2 sdt kaldu bubuk
  • 1/2 sdt garam

 Saus untuk mengoles ayam saat dipanggang, aduk jadi satu :

  • 2 sdm kecap manis
  • 1 sdm kecap asin
  • 1 sdm margarine

Saus coklat :

  • 1 sdm margarine
  • 1 butir bawang bombay, cincang halus
  • 4 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 1/2 sdt merica hitam butiran, tumbuk kasar
  • 1/2 butir pala, haluskan
  • 1/4 sdt merica bubuk
  • 2 sdt saus tiram
  • 3 sdm kecap manis
  • 1 1/2 sdm kecap asin
  • 1/2 sdt kaldu bubuk
  • 500 ml air kaldu (aku buat dari merebus sisa tulang ayam dengan 500 ml air)
  • 2 sdm maizena, cairkan dengan 2 sdm air

 CARA MEMBUAT :

Melepaskan Kulit Ayam

  1. Siapkan ayam, letakkan di meja datar, bersihkan ayam dengan menggosok permukaan kulit ayam dengan menggunakan garam kasar, gosok hingga kulit ayam bersih, cuci bersih ayam dari sisa garam dengan air mengalir.
  2. Persiapkan pisau dapur kecil yang tajam dan gunting, kita akan melepaskan kulit ayam. (actually, aku cuma pakai tangan dan pisau besar untuk matahin persendian tulang sayap dan pahanya)
  3. Letakkan ayam di atas meja, mulailah melepaskan kulit ayam dari bagian bawah ayam yang terbuka.
  4. Lepaskan dengan hati-hati dan perlahan dengan menggunakan pisau, gunakan jari anda untuk masuk ke dalam kulit dan lepaskan hati-hati jaringan di bawah kulit ayam. Jika sulit dilepas, gunakan gunting sebagai bantuan.
  5. Lakukan proses pelepasan kulit ini dari dua arah, yaitu dari bagian atas dan bawah ayam yang terbuka. Potong sendi antara sayap dengan badan menggunakan pisau tajam, biarkan sayap tetap utuh. Lakukan pada kedua sayap. Jika semua bagian badan telah lepas, keluarkan bagian badan ayam dari sayatan di bawah, sekarang kita akan melepaskan bagian paha.
  6. Tarik kulit di bagian paha hingga menyentuh bagian bawah, potong bagian sendi paha bawah yang tersambung dengan paha atas. Lakukan pada kedua paha. Potong setengah bagian paha bawah yang masih menempel di kulit, lakukan pada kedua paha. Gunakan pisau tajam dan alat pemukul yang berat saat melakukannya.
  7. Sekarang bagian badan ayam yang telah terlepas dari kulitnya bisa anda pisahkan, letakkan di mangkuk terpisah.
  8. Letakkan kulit ayam di meja, rapikan. Jahit bagian kulit yang berlubang dengan benang (aku pakai tusuk gigi). Jahit bagian ekor yang terbuka sehingga tertutup rapat (kita akan memasukkan isi lewat bagian leher ayam). Masukkan kulit ke dalam mangkuk, tutup rapat agar tetap lembab dan sisihkan.

 Membuat Isi:

  1. Lepaskan daging ayam dari tulang-tulangnya, akan terkumpul sekitar 300-500 gram daging. Cincang daging menggunakan pisau tajam atau masukkan ke dalam food processor dan proses hingga lumat.
  2. Rendam roti tawar dengan air susu, remas-remas hingga roti hancur. Tambahkan susu/air jika roti kurang basah. Sisihkan.
  3. Siapkan mangkuk, masukkan daging ayam cincang, daging sapi cincang, telur, bumbu halus dan roti tawar. Aduk rata. Tambahkan kecap asin, saus tiram, kaldu bubuk dan garam. Aduk hingga rata.

 Mengisikan Adonan ke Kulit Ayam:

  1. Bentangkan kulit ayam di meja, rapikan. Masukkan setengah adonan isi ke dalam kulit ayam, tekan dan dorong sehingga isi menjadi padat.
  2. Kalau menggunakan telur, masukkan dua butir telur ayam rebus di sisi kiri dan kanan ayam, masukkan kembali sisa adonan tekan dan padatkan di bagian paha dan badan ayam. Masukkan dua butir telur rebus dengan mendorongnya ke dalam adonan, letakkan di sisi bawah, kanan dan kiri.
  3. Padatkan adonan dan tarik kulit yang terbuka agar menutup, jahit dengan menggunakan jarum dan benang hingga kulit tertutup rapat. (aku bahkan melewatkan tahapan ini karena takut kulitnya sobek. Jadi hanya aku tutup dengan mengatur posisi sayap ayam agar menutup di atasnya, dan hasilnya aman, isinya tidak keluar ketika dikukus)
  4. Balikkan ayam, rapikan bentuknya.
  5. 20160708_154738.jpg
    Ready to steam

    Letakkan ayam di panci kukusan, kukus dengan api sedang selama 35 – 40 menit atau hingga ayam matang. Terlalu lama mengukus akan membuat kulit ayam menjadi pecah dan rusak.

  6. Olesi permukaan ayam dengan bumbu pengoles menggunakan kuas, ratakan hingga menutupi seluruh permukaan ayam. Panggang ayam di dalam oven dengan suhu 170’C selama 15 menit atau hingga permukaan ayam menjadi coklat keemasan dan terlihat mengkilap. Keluarkan ayam, olesi dengan bumbu pengoles sekali lagi dan panggang selama 5 menit. Angkat ayam, pindahkan ke piring saji.

 Membuat Saus Coklat:

  1. Siapkan wajan, panaskan margarine hingga meleleh dan panas, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum dan kecoklatan.
  2. Tuangkan air kaldu, masak hingga mendidih.
  3. Masukkan kecap manis, saus tiram, kecap asin, lada hitam, kaldu bubuk dan merica bubuk. aduk rata.
  4. Tuangkan larutan maizena ke dalamnya, aduk rata hingga larutan mengental. cicipi rasanya. angkat.

 Penyajian:

Potong ayam membujur di tengah-tengah dari bagian leher ke bagian ujung belakang. Iris tipis masing-masing potongan sehingga telur bisa teriris dengan baik. Letakkan di piring saji dan siram dengan saus coklat.

***

wp-image-902987196jpg.jpg
Homemade chicken nugget

Karena ukuran ayam yang aku gunakan kecil, jadi tidak semua adonan isi bisa masuk ke dalam kulitnya. Jadi, sisanya aku olah jadi nugget. Sisa adonan isi aku tuang ke dalam loyang bulat ukuran 20 cm lalu aku kukus selama 40 menit juga. Setelah dingin, aku potong-potong sesuai ukuran yang aku mau, lalu celupkan ke dalam kocokan telur dan balur dengan tepung roti/tepung panir*. Simpan di dalam freezer minimal 1 jam sebelum digoreng.

*tepung rotinya aku buat sendiri. Jadi sisa roti tawar yang ada aku masukin ke dalam oven dengan suhu rendah sampai rotinya garing. Apabila sudah garing dan sudah hilang uap panasnya, roti tinggal diparut atau dimasukkan ke dalam food processor sampai agak kasar.

Pizza

I tried this recipe three times already. Dari tiga kali nyoba, pinggirannya selalu keras. Usut punya usut, kayaknya karena dibakar terlalu lama. Di instruksi hanya diminta dibakar selama 20 menit. Tapi aku selalu ngerasa lapisan bawah crustnya belum cukup coklat, takut masih mentah crustnya, jadi waktunya ditambah. Ternyata malah pinggirannya jadi keras. Jadi, ikutin kata resepnya aja ya mba yuuuu 😅

Buat topping, ga ada resep khusus, bisa kreasi sesuai selera. Saosnya bisa dipilih pakai saos tomat atau pesto. Lalu bisa pakai smoked beef, daging cincang, sosis, paprika, jamur, jagung, nanas, tuna or anything else comes to your head. Kejunya juga ga harus mozarella atau parmesan. You can go with cheaper option like cheddar or quick melt Kraft.

Bahan untuk crust:

500 gr tepung cakra kembar

1/2 sdm garam

1/2 sdm gula pasir

7 gr (2 sdt) ragi instan

325 ml air
Cara membuat:

  1. Campur semua bahan di wadah ukuran sedang. Uleni dengan tangan atau bisa dengan bantuan mixer dengan hook attachment tool. Uleni sampai adonan tercampur rata dan kalis serta menyatu membentuk bola besar (kalau disentuh adonannya tidak nempel di tangan)
  2. Diamkan selama 45 menit – 1 jam sampai adonan mengembang dua kali lipat dari ukuran awal
  3. Setelah 1 jam dan adonan mengembang, here comes the fun part. Kempiskan adonan dengan cara dipukul sekali agar udara yang ada di dalamnya keluar.
  4. Bagi 4 adonan. Ambil 1 bagian lalu tipiskan di atas permukaan yang sudah ditaburi tepung sampai ketebalan 0,5 cm.
  5. Topping: seperti yang aku bilang sebelumnya, toppingnya bebas. But the key is to put less. Kadang kita terlalu semangat to put everything on top of our pizza. Kalo aku suka pakai saos tomat, lalu taburin oregano kering di atasnya, dan pakai sosis + paprika + bawang bombay + jamur, baru di atasnya diberi taburan keju.
  6. Panaskan oven suhu 170°C dan bakar selama 20 menit. Kelar deh 😋

Craquelin Choux

IMG_20160615_083326[1]

As I mention on my previous post, I just joined cooking/baking group called Homemade Lovers, where every month we have to do task given by group leader and execute it as good as we can. This month challenge is choux pastry or mostly known here in Indonesia as “kue soes”. I have ever post choux pastry recipe in my old post, but this version I admit had better result. I got the perfect puffy pastry with huge space inside to filled with cream.

We were pushed to make something unique, not just ordinary choux pastry. There are several ideas shared in our group, but my minds stuck to this Craquelin Choux. I have been wondering how to make it since long time. I first noticed this type of choux pastry in the final of Masterchef Junior Australia a few years ago. Yes, I said Junior. How to make the crack on the top of the choux. Now, I know how!

Choux Ingredients:

  • 65 gr bread flour
  • 50 gr margarine
  • 150 ml water or milk
  • 1 tsp Caster sugar
  • a pinch of salt
  • 2 Large eggs

Methods:

  1. Heat margarine + water/milk + sugar + salt in a saucepan until margarine is melted. As soon as margarine is melted remove the pan from the heat (don’t let it boil too long as the batter will turn out dry)
  2. Add in flour and stir mixture with wooden spoon or spatula until the dough forms a ball and no longer sticks to the sides of the pan. You may notice the dough seems wet, not to worry after few minutes the flour absorbs the water.
  3. Preheat the oven to 170°C (even tough the recipe called for 200°C)
  4. Add eggs and mix again until it well incorporated
  5. Pour in to the piping bag with the nozzle as preference.
  6. Bake for 40 minutes in 170°C.

* Make sure baking sheet that already greased thinly with margarine and dusted with flour

**I have ever tried baked this in 200°C for 20 mins but it burnt. I found this way stabilize the temperature and less possibility to be burnt and your choux would still rise beautifully. And, after you are done, do not open your oven immediately. Turn off the gas and let the choux sit inside for 10-15 minutes before you let it out.

Cream Pastry ingredients:

  • 1 egg and 1 egg yolk
  • 1 tbsp corn flour
  • 60 gr Caster sugar
  • 250 ml milk (you can reduce to 200 ml)
  • 1 tbsp margarine (I forgot to put it in!!!!)
  • 1/2 tsp Vanilla extract / essence

Method:

  1. Whisk the eggs, sugar and corn flour until thick and pale in colour.
  2. Place the cream and the milk in a saucepan and bring to boil.
  3. Pour small part of milk over the egg mixture, whisking all the time. Then pour the whole mixture back to the milk in a saucepan and whisk over a gentle heat until the mixture becomes thick and boiling. Keep out from heat, keep stirring. Wait for a few minutes, add in margarine and vanilla. Stir until it well incorporated with the cream. While cooling, cover it with the plastic clingwrap to avoid the cream turn dry. Chill in the refrigerator until needed.

* You may prepare this filling one day in advance.

 

Craquelin ingredients:

  • 50 gr Butter
  • 40 gr sugar
  • 60 gr All purpose Flour

Method:

  1. Beat butter and sugar till light and creamy, add in sifted flour, mix to combine.
  2. Keep the fridge to harden.
  3. Place dough in between two sheets, roll thinly
  4. Cut into small square and place on top of the choux pastry

 

Killer Soft Bread

_MG_4225[1]
Killer soft bread
As the name, this bread is really soft. And I also promise you this recipe is failed-proof.

You may know I love baking cakes, cupcakes, or anything where yeast doesn’t come along in the recipe. My dough always failed and it wouldn’t rise as it suppose to be, as a result the final product is hard to chew.

Couple weeks ago I join online baking group on Instagram, called Homemade Lovers. here I found bunch of people who love to cook or bake in daily activity. There will be one challenge every month that mandatory for all participants and we all will post our end result at the same time as scheduled by the group leader (FYI, the challenge for June is choux pastry, I will post that in my next post).

Beside one regular challenge every month, this group also challenge you to try some thematic recipe, just for fun. One of the challenge is to bake creation of Killer Soft Bread recipe. After saw several post they posted on Instagram, I wanted to try the recipe.

Actually i don’t know the origin of this recipe, but you can google it and found Victoria Bake mentioned in most linked.

Without further adieu here is the recipe:

  • 260 gr bread flour (cakra kembar)
  • 1 tsp dry yeast
  • 40 gr sugar
  • 2 egg yolks
  • 150 ml milk
  • 30 gr margarine/butter
  • pinch of salt
  • stuffing: cheese/sausage/chocolate sprinkle/or anything into your liking

Method:

  1. You can use hand or electric mixer to make the dough ( I use mixer with hook attachment).
  2. Combine flour + sugar + egg yolks + milk + yeast + salt. Set your mixer to lowest speed and mix them all until it reach dough form, smooth and slightly tacky when you touch it.
  3. Add margarine into the dough and mix again until it blends well and turn your mixer to highest speed and mix for 2 minutes.
  4. Prepare a bowl and smeared it with a little touch of oil. Transfer the dough into the bowl and cover it with plastic wrap and let it rest and rise around 50-60 minutes. This is what we called as proofing.
  5. After proofing phase your dough will double in size. Transfer to flat working space that already dusted with thin flour and give it a little knead.
  6. Divide your dough into 9 little balls. Place one ball on your palm and press it flat. Stuffed with your preference stuffing (I use cheese). And cover it back and form back into ball.
  7. Place the tiny dough inside 9 inches square pans, and let it rises again for the second time around 30-50 minutes.
  8. Bake in 170°C for 20 minutes. And voila!! Warm, fresh, soft bread ready for your taste buds.

Continue reading “Killer Soft Bread”

Short Trip: Curug Luhur

Minggu pertama Mei diwarnai dengan 2 tanggal merah yang jatuh berdekatan. Long weekend people!

Dari beberapa bulan lalu bingung mikirin mau ikutan trip kemana, mumpung liburnya panjang. Akhirnya, mutusin stay di Jakarta aja ngumpul sama temen-temen, ngemall *typical*

Tapi untungnya di menit-menit terakhir dapat ajakan short trip ke Curug Naga (awalnya), buat body rafting. Mengingat pengalaman body rafting sebelumnya di Green Canyon gw tertantang untuk mencoba lagi di track yang berbeda. Ditambah sekarang lagi musim kemarau, jadi tentunya lebih aman untuk main body rafting, karena debit airnya tidak terlalu tinggi, sehingga jeramnya juga tidak terlalu liar. Plus hanya memakan biaya sebesar 200.000 rupiah aja. Info lebih jelas bisa dilihat di sini. Ada banyak pilihan paket yang bisa dijadikan referensi untuk mengisi liburan Anda selanjutnya.

Tapiiiiiiiiiii………..

Plannya langsung buyar begitu nyampe di Stasiun Bogor, karena ga ada angkot yang mau narik ke arah Puncak karena uda macet. Dan kalau kita tetap maksain, baru nyampe di Curug naga around jam 3an (kata abang angkotnya) whichis waste of time banget. Langsung deh cari pilihan lain biar tripnya ga zonk. Ada dua pilihan, Curug luhur dan Curug Bidadari. Setelah cek Google, kita memutuskan mengubah destinasi ke Curug Luhur, karena dari foto-fotonya lebih menarik. Wisata yang dijanjikan adalah Curug dan kolam renang.

Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dengan menggunakan angkutan umum dari Stasiun Bogor. Lumayan jauh, tapi ga macet.

Sesampainya di Curug Luhur, kita dapet zonk kedua. Aslinya ga sesuai dengan gambar-gambar di Google. *korban Google*

curug luhur 1.JPG
taken from Google

Kita kirain bakal ada tracking untuk menuju Curugnya. Ternyata jatuhnya kolam renang simpel yang dibuat di sekeliling curug.

Curug-Luhur-2
taken from Google

Kecewa? Jelas. Karena kita expectnya mau kegiatan outdoor yang memacu adrenalin. But hey, there’s always silver lining in every clouds kan.

Menurut gw tipe perjalanan itu ada 3. Pertama, tempatnya yang buat kita ngerasa seneng karena bagus. Kedua, orang-orangnya yang seru dan ngebuat perjalanannya berkesan. Ketiga, tempat dan teman perginya sama-sama menyenangkan.

Kali ini gw ada di nomor 2. Untungnya orang-orang yang ikutan trip seruuuuuuuuu banget! Tempat yang menurut kita biasa aja, jadi menghibur karena candaan dan aktivitas simpel selama di curugnya.

At the end of the day, I felt so happy and satisfied about today. I had fun for sure. Jadi benar ya kalau best accompany yang sebenarnya lebih memberi warna dalam hidup, tanpa harus melihat sesimpel atau semewah apa pilihan yang dijalani.