Food Diary in Japan

pixlr_20170417151142240.jpg

Aku selalu suka makanan Jepang. I consider it as one of my comfort food, walaupun harganya ga comforting sih di kantong. Karena itu, mimpi lain yang pengen aku wujudin ketika di Jepang adalah makan sushi langsung di Jepang. Ga harus the BEST sushi, cukup sushi aja, selama di Jepang, aku uda bahagia! (mureee banget anaknya)

Selain sushi ada beberapa makanan lain yang pengen aku cobain, mau tau cita rasa aslinya gimana sih?

So, here are list of food that tasted while I’m in Japan.

  1. Sushi

Aku nyobain dua tempat, Sushizanmai (Tokyo) dan Musashi Sushi (Kyoto). Dari awal aku ga nyari secara specific mau makan di mana, cuma ngikutin arahan temenku doang. Balik ke Jakarta, search di Google, baru tau kalau Sushizanmai itu terkenal di Tsukiji. Yang aku makan ini di daerah Asakusa. Harganya lumayan sih, tapi enak banget!

20170417_130228.jpg

Kalau Musashi Sushi, konsepnya lebih ke Sushi Bar, bisa comot langsung. Tapi juga bisa pesan menu lain dari daftar menunya. Biar hemat aku ambil aja yang ada di bar yang harganya terjangkau (bisa dilihat dari warna piringnya). Miriplah ya kayak kita di Sushi tei. Nah, di sini tuh lumayan ngantri. Kemarin aku datengnya cepet sih, jam 6 PM, langsung dapet tempat duduk. Lima belas menit makan ga berasa uda abis sepuluh piring aja.

IMG_20170417_125338_334.jpg

  1. Ramen

Ramen juga aku nyobain di dua tempat dan dua-duanya halal. Nyari ramen halal agak tricky di Jepang, karena mostly kuah kaldunya dibuat dari tulang babi. Jadi, nemu ramen halal rasanya bahagia banget!

Pertama aku nyobain di Naritaya Ramen, seputaran Asakusa juga, tapi ini rasanya B banget sih menurutku. Kuahnya kurang nendang gitu. Kalau bisa disimpulkan sih sebenarnya aku ga ngerekomendasiin yaa.

20170417_130136.jpg

Yang kedua Ayam-Ya Ramen. INI ENAK BANGET! YA ALLAH! Aku nyobain yang di Kyoto (di Tokyo juga ada). Aku pesan yang “extra rich soy ramen” sama Karaagenya. Kuahnya gurih banget, kental, pas banget dimakan anget-anget di cuaca Kyoto yang hujan hari itu. Ini juga antriannya lumayan. Dan lagi-lagi aku beruntung karena aku datengnya sekitar jam 6 PM.

IMG_20170417_125523_052.jpg

Ada satu lagi ramen halal di Osaka. Namanya ramen Honolu. Tapi kemarin ga aku kejarin, karena uda kekenyangan makan Takoyaki. Kalau menurut temenku yang sempat nyobain, ramen Honolu lebih enak rasanya dari Ayam-Ya ini.

  1. Takoyaki

Dari sebelum pergi uda beberapa kali pengen makan takoyaki, tapi mengurungkan niat sambil bergumam dalam hati “nanti aja makan di Jepang”. Temenku rekomendasiin kalau mau makan takoyaki di Osaka. Lagi-lagi ada dua yang aku cobain, di seputaran Osaka castle sama di seputaran Dotonbori. Both rasanya sama aja kayak yang di Indonesia ternyata.

Ada satu lagi yang aku cobain, bentuknya mirip kayak takoyaki, tapi adonannya lebih berasa telur dan makannya dicelupin ke kuah dashi gitu. Namanya Akashiyaki. Ga sempet foto aslinya. Langsung disantap habis.

  1. Soft serve matcha

Ini hal wajib lainnya. Soft serve rasa matcha! Enaaaaaakkkkkk! (apa sih yang ga enak buat gw)

20170417_130553.jpg

Selain soft serve, yang menarik lainnya adalah Matcha Ichigo Daifuku. Mochi rasa matcha yang di tengah-tengahnya ada strawberry gede. Itu juga enak! Strawberrynya manis!

20170417_125952.jpg

Selain matcha, rasa lain yang perlu dicobain adalah Sakura Mochi!

Sakura mochi sendiri berupa lapisan tipis mochi rasa Sakura yang diisi sama kacang merah dan dibungkus dengan daun Sakura. I’m not a fan of red bean. Jadi, aku ga suka.

Berikutnya aku coba soft serve rasa Sakura Mochi. Baru enak! Manis-manis, agak ngingetin sama es doger. Hahahaha. Jauh sih rasanya dari doger, tapi warna pink sama manisnya mirip kayak es doger.

20170417_130054.jpg

Satu lagi yang aku suka snack yang biasa aku beli di Family Mart. Kayak dorayaki gitu, isinya juga ada kacang merahnya, tapi ga banyak, jadi ga mendominasi rasa Sakura mochinya.

20170417_130620.jpg

  1. Strawberry

Ini mungkin hal terakhir yang jadi inceran aku. Makan strawberry yang ukurannya gede dan rasanya manis. Ada beberapa kali deh aku beli selama di sana. Harganya bervariasi, tergantung ukurannya.

20170417_125619.jpg

Dan lucunya, ada strawberry yang warnanya pucet begini. Aku ga nyobain sih, karena harganya justru lebih mahal.

20170417_130822.jpg

Selain makanan di atas ada beberapa makanan yang berhasil aku abadikan sebelum disantap habis:

20170403_192656.jpg

Gyudon

20170406_172810.jpg

Kaniboko

20170417_130028.jpg

Onigiri kesukaan, rasa tuna mayo, sarapan wajib tiap hari

20170417_130504.jpg

The famous Pablo cheesetart yang rasanya biasa aja

IMG_20170417_125802_855.jpg

Butterbeer! Every Potterhead dream!

DSC03568.JPG

Plate of sushi at Tsurutontan, they serve super big bowl udon

20170417_130525.jpg

Orange juice langsung dari buahnya

20170402_105501.jpg

Dango, but I prefer yang dikasi olesan saos coklat gitu

 

How to prepare your Japan trip (Spring)

1491617365730.jpg

Well, kalau kalian follow Instagramku, kalian pasti tau kalau aku baru balik dari spring trip ke Jepang. Trip that I’ve been dreaming since forever! Aku bakal share sedikit proses aku mempersiapkan trip ini. FYI, trip ini lebih untuk kalian yang backpacker dan orientasinya bukan untuk belanja yaa..

  1. Tiket

Tentunya ini hal wajib pertama yang harus dipersiapkan. Gimana cara dapet tiket murah? Dateng ke travel fair! Atau beli tiket promo via online. Kemarin aku dapetnya dari Kompas Travel Fair di Panen Tour, China Airlines dengan harga sekitar 4,8 jt dengan tujuan Jakarta – Tokyo – Jakarta. (Pada akhirnya aku menemukan bahwa flight ini zonk, will explain it later).

Selain beli tiket promo, cara lain untuk menurunkan budget tiket adalah dengan memilih rute selain Tokyo, misalnya Osaka atau Sapporo or else.

Perhatikan juga apakah flight yang kalian pilih direct flight atau ada transitnya. Pilihan terbaik tentunya direct flight, menghemat waktu pasti. Atau kalau memang ga nemu direct flight yang harganya sesuai, boleh pilih yang 1 kali transit.

Nah, kenapa tiketku zonk? Awalnya aku hanya dapet info akan transit 1 kali di Taipei. Beberapa hari sebelum pergi iseng googling durasi flight Jakarta – Taipei. Lima jam doang ternyata. Lah, kok ya di itinerary aku sampe makan waktu 7 jam. Googling lagi ternyata yang durasi 7 jam pake acara transit di Hongkong dulu. Aku ga tau sih ini yang ga transparan Panen Tour atau China Airlinesnya. Wasted time for sure. Apalagi kemarin aku pake acara ditinggal pesawat segala, jadinya harus bermalam di Taipei untuk catch flight besok paginya. *duh

  1. Visited city

Setelah dapet tiket, langkah selanjutnya adalah menentukan kota apa aja yang mau kita kunjungi. Aku dari awal selalu baca Japan Guide untuk cari referensi sebanyak mungkin tentang Jepang. Mulai dari destinasi kota, apa aja wisata yang bisa dilihat di kota tersebut, transport apa yang harus dipakai, berapa biaya yang dibutuhkan. Anything you need to know about Japan ada di sana. So, check it first.

Kemarin aku pilih 3 kota besar yang wajib didatengin (for first timer) Tokyo (4 hari), Osaka (2 hari), dan Kyoto (2 hari). Plus menyisipkan perjalan setengah hari ke Yokohama dan Nara di dalamnya.

  1. Hostel

Uda tau mau ke kota mana aja dan berapa lama waktunya, next booking penginapan. Karena trip ini bener-bener aku usahain low budget (banget) pilihanku jatuh ke airbnb atau hostel. Setelah beberapa pertimbangan, akhirnya pilih pakai hostel aja. Alasan utama karena akan lebih mudah search location hostel dari Google maps dibandingkan alamat lokasi airbnb.

  1. Plan full itinerary

Again, untuk plan full itinerary aku balik lagi ke Japan Guide untuk nentuin mau kemana aja. Ini aku kasih contoh itinerary ku ya Japan itin (yang mana pada akhirnya buyar ga diikutin sama sekali karena ditinggal pesawat tadi). Tips:

  • Pilih lokasi tujuan yang berdekatan. Mis: hari pertama fokus di wilayah North dan Central Tokyo, besoknya ke West Tokyo.
  • Pakai google maps untuk nentuin rute trip kita. Mana yang duluan dikunjungin, mana yang terakhir dikunjungin, biar ga muter-muter
  • Cari tau station terdekat dari lokasi yang kita tuju
  • Cari tau line yang bisa kita naikin
  • Cari tau biaya masuk plus hari dan jam operasionalnya
  1. Transport

Transport di Jepang yang paling mudah ya pakai kereta. Ada dua yang bisa kalian pilih. Mau pakai JR pass atau beli pass di masing-masing kota berbeda. Aku karena based on low budget tadi, lebih memilih untuk pakai pass yang berbeda di tiap kota (Tokyo Subway pass dan Kansai Thru pass), serta menggunakan bus malam untuk berpindah dari Tokyo-Osaka dan sebaliknya (willer express bus). Dari hasil kalkulasinya lebih murah dari pada aku harus beli JR pass.

  1. Passport & visa

Untuk paspor sudah pernah aku share di sini.

Nah, kalau untuk visa, sebenarnya gampang banget untuk yang uda punya e-passport. Tinggal datang aja ke kedutaan Jepang untuk dapet visa waiver nya. Do expect long queue line ya. Sedangkan, untuk kalian yang paspor biasa, agak ribet sih berkas-berkas yang harus disiapin. Bisa dicek di sini untuk list lengkapnya.

  1. Packing

The least excited thing to do. Packing! Sebelum packing, cek dulu perkiraan cuaca dalam periode kunjungan kita, lalu sesuaikan dengan pakaian yang kita bawa. Usahakan barang yang kita bawa muat di koper ukuran cabin. Tips (untuk spring/autumn):

  • bawa atasan sejumlah hari kunjungan, dan bawahan sepertiga dari hari kunjungan (mis: hari kunjungan 8 hari, atasan 8 dan bawahan 3).
  • Bawa 1 coat aja
  • Buat yang pakai hijab, better bawa hijab yang dua sisi, (you know what I mean kan?) jadi hari pertama bisa pakai pattern A, besoknya pakai pattern B nya.
  • Pakai sepatu yang nyaman dan gampang dilepas pasang! HARUS! Karena di sana kita bakal banyak banget jalan dan kalau masuk beberapa temple mereka minta kita untuk lepas alas kaki kita.
  • Bawa pelembab, karena udara dingin bakal buat kulit dan bibir kering.
  1. Pocket wifi/paket internet roaming

Well ya pastinya di sana butuh koneksi internet dong ya, either for search location or simply update di socmed (like I did mwahahaha). Ada dua pilihan yang bisa dicoba

  • Pocket wifi & sim card rental

Sejauh ini, dari hasil pencarianku, Rental CD Japan yang harganya paling murah. Bisa pilih pocket wifi atau sim card.

  • XL pass

Ini satu lagi pilihan yang membantu banget. XL pass. Jadi intinya kita aktivasi paket XL pass, agar paket internet local kita bisa dipakai selama kita di luar negri. Kalau dihitung-hitung totalnya mirip dengan biaya Rental CD Japan plus shippingnya. So I go with this option.

That’s all I guess….

I’m open for any questions

Movie Review: Beauty & the Beast

Source: google.com

We’ve all waited for this since year ago. And I also, at first, got my self thrilled watched its trailer for the first time and could not wait to watch it my self. Main attraction for me of course Emma Watson. I always love female actress who have strong character in their personal life, like Watson, Stone or Bullock. And I have been loving her since Harry Potter saga movies *Potterhead detected*

So, I managed my self to get a ticket on the first day it released, even though the excitement has no longer high as the first time I watched the trailer.

And, from my personal view, I did not like it as a whole pack.

No, I like the singing, the dancing, dresses, the set up, Belle, Gaston, and even the talking candle.

So why?

Emma Watson + book = Hermione Granger. It is hard for me to see her as Belle. Since she already filled my mind set with the image of super smart worm book muggle for over 6 years when she played the character of Hermione.

The movie showed how Belle loves to read so much, she even create things to make her daily life more efficient. And because of reading, she dreams to see the world and eager to find out more what mother earth has to offer. The whole scene move smoothly until she met the Beast. I even put wide smile when the Beast show Belle his magnificent library and Belle spontaneously go WOW over those books. But suddenly the scene moves to Belle and the Beast wandering around snowy garden and she sings that showing somehow she see something different from the Beast. She give signal to us that she start to have feeling for the Beast. Why so fast?

And there my friend when I stop watching it closely.

Simply because it didn’t show enough process of how Belle fall for the Beast. I am a sucker for romance. and this was not enough for me. And poofff the whole magic just gone.

But after all, it was still entertaining even though lacking on romance plot.

 

Honey Lemon Shot

honey-lemon shot

Uda lama tau tentang honey lemon shot dari postingan Alodita di akun Instagramnya. Dia juga pernah review di blognya. Aku ga langsung nyobain sih pas tau. Kenapa? Karena lemon itu cukup pricey dalam pertimbanganku. Bisa IDR 10,000 kalau belinya di kelas Carrefour atau Fresh Hall. Tapi aku merubah cara pikirku, kalau lebih baik ngeluarin cost untuk pencegahan dari pada nantinya harus mengeluarkan cost yang lebih besar untuk proses penyembuhan.

Oktober 2016 kemarin aku batuk pilek. Tipikal badanku, pasti akan pilek dahulu, baru disertai radang. Lalu kalau pileknya uda sampai ingusan, uda pasti batukku bakal berdahak. Selalu begini polanya. Makanya aku selalu usahain, begitu aku pilek dan radang, aku langsung minum antibiotik sebelum makin parah. Tapi kemarin aku kebobolan, akhirnya batuk berdahak. Dan lama banget. Hampir sebulan sampai akhirnya aku benar-benar pulih lagi.

Sejak itu aku balik lagi baca-baca soal honey lemon shot. Dan makin tertarik setelah baca manfaatnya (aku ambil dari postingannya Alodita):

  • The lemon in it is an excellent & rich source of vitamin C. 
  • It helps you maintain your immune system. 
  • It is a natural medicine for cough and flu and even body aches.
  • It keeps you refreshingly healthy.
  • It is a fun way to detox your body.
  • It gives you healthier, glowing skin.
  • It helps you prevent cancer and heart attack.
  • It maintains your weight, and even helps you lose weight. 

Ini bahan yang dibutuhkan untuk segelas honey-lemon shot:

  1. 1/2 buah lemon
  2. 1 sdt – 1 sdm madu

Cuma 2 bahan itu aja, gampang banget kan. Alodita sih nyaranin pakai raw honey, biar manfaat yang didapet juga lebih baik. Tapi ya, again, raw honey itu mahal….. hehehehehe jadi aku pakai madu TJ aja. Menurutku lumayan sih untuk khasiatnya dan harganya masih cukup terjangkau. Untuk lemon akhirnya aku menemukan tempat yang lebih murah, bisa beli di Superindo atau kebetulan banget, ibu-ibu yang jualan sayur di sebelah kostan bisa dititipin lemon. Dan harganya jauhhhhhhhhhh lebih ramah di kantong anak kostan.

Trus cara buatnya gimana?

Tinggal diambil aja jus dari lemonnya, lalu campur dengan madu, lalu aduk (aku biasanya tambahin air sedikit, airnya yang biasa ya, jangan yang hangat, biar vitamin C dari lemonnya dan mineral-mineral yang ada di madunya ga rusak). Konsumsinya setiap pagi ketika perut masih kosong ya. Sebelum makan apapun. Lalu tunggu 30 menit baru deh sarapan.

Lalu benefitnya berasa ga?

Sejujur-jujurnya, ga….

Aku ga berasa kulit lebih glowing (aku punya trik lain untuk yang satu ini, nanti yaaa), ga turun juga berat badan (kalau mau turun mah olahraga sis plus makannya dikontrol), intinya ya ga berasa efeknya. Tapi tetep rutin aku selalu aku minum. Nah, baru berasa pas 2 minggu lalu. Di kantor uda pada rame tuh paduan suara batuk pilek. Dan aku tuh paling rentan untuk ketularan. Tapi Alhamdulillah banget aku fit-fit aja. Magic banget sih ini. Berasa banget sistem imune aku lebih baik, jadi ga gampang sakit. I will definitely continue this routine for sure!

Tapi ada juga nih yang nanya. Aman emang untuk lambung? Ga sakit apa perutnya kalau diminum pas perut kosong?

Ini aku jawabnya dari pengalaman ku aja ya, bukan berdasarkan science or something. Jawabannya, aman. Biasanya aku tuh baru minum sekitar jam 9 -9.30 AM. Itu kondisinya perutku mulai krunyuk-krunyuk laper minta makan (asam lambung tinggi). Tapi begitu aku minum honey lemon shotnya, perutnya tiba-tiba jadi adem. Ga berasa laper. Ga berasa perut makin sakit. Plus aku pernah baca, orang yang punya penyakit maag, disaranin sama dokternya untuk minum lemon untuk ngontrol asam lambungnya. Lemon loh ya, bukan lime (jeruk nipis).

So, tertarik buat nyoba?

Pembuatan E-Passport

e-passportMau share cerita proses pembuatan e-passport nih.

Berhubung aku mau trip ke Jepang awal April nanti, aku niat untuk buat e-passport, karena passport lamaku uda habis masa aktifnya plus untuk ngejar bebas visa masuk Jepang.

Pembuatan e-passport saat ini baru bisa dilayani oleh kantor imigrasi yang ada di Jakarta dan Batam (yang aku tau loh yaa). Aku kemarin pilih di Kantor Imigrasi Klas 1 Jakarta Pusat, karena menurut pendapat beberapa orang yang aku tanya, antriannya ga seramai kantor imigrasi di Jaksel atau Jaktim, dan ga terlalu jauh juga dari kostku.

Aku uda plan nginep di rumah temenku di Kemayoran, biar deket dan bisa dateng pagi banget ke imigrasinya supaya dapet nomor antrian secepat mungkin. Aku baru gerak dari rumah temenku jam 5.30 AM. Sesampainya di imigrasi, uda rame aja orang ngantri di luar pintu gerbangnya.

Aku diminta nulis namaku di kertas yang uda disiapin sama bapak-bapak yang jadi koordinator antriannya. Aku dapet nomor urut 58. Gede banget yeee nomornya. Itu baru nomor antrian sesuai kedatangan loh yaa, bukan nomor antrian untuk pelayanannya nanti. Denger-denger, nomor urut 1 datengnya jam 4.30 AM. Niat banget yaakk, jam segitu mah gw masih ileran dahh..

Ketika gerbangnya uda dibuka, antriannya memendek karena pengantri yang berusia di atas 65 tahun, didahulukan masuk jadi mereka ga perlu ngantri lama.

Sebelumnya ini berkas yang harus kita siapkan (untuk paspor biasa maupun e-passport):

  1. akte kelahiran
  2. kartu keluarga
  3. KTP
  4. ijazah
  5. surat keterangan dari kantor (untuk KTP non-Jakarta)
  6. surat pernyataan paspor baru (beli di koperasi) / paspor lama

Seluruh data ini harus dibawa aslinya dan juga fotocopyannya dalam kertas ukuran A4 (jangan dipotong yaa). Jadi ada 6 berkas asli dan ada 6 berkas fotocopy.

Setelah antri di dalam halaman kantor imigrasi, mulai deh tuh satu-satu berkas aslinya diperiksa sama mas-masnya. Kalau sudah lengkap semua baru kita dikasi masuk ke dalam ruangannya. Kalau ga lengkap? Disuru pulang lagi untuk melengkapi berkas-berkasnya. Maleskan?! Makanya pastiin lagi semua berkas-berkasnya uda lengkap ya, terutama berkas asli. Kalau fotocopy ada yang lupa, kita masih bisa fotocopy di koperasi.

Sebenarnya antrian untuk pembuatan paspor ini ada dua cara, melalui walk in seperti aku ini, atau bisa secara online dengan mendaftar dulu di website mereka. Aku pilih yang walk-in karena dari yang aku baca-baca, pembuatan e-passport saat ini baru bisa dilayani secara walk-in saja. Oh ya, pemohon walk-in ini ada jatah per harinya, makanya orang rebutan dateng pagi buta banget biar ga kehabisan jatah sama pemohon lainnya.

Okey, lanjut lagi yaa..

Setelah data-datanya lengkap, kita akan dapet nomor urut baru untuk pembagian form aplikasi. Pengisian form harus pakai pulpen hitam. Kemarin aku ga bawa, jadi harus pinjem ke orang lain *duh*

Setelah diisi, kita tinggal menunggu giliran dipanggil masuk ke ruang interview. Di sini nih aku baru kena perkara dikit.

Awalnya aku kirain karena aku mau pindah ke e-passport, hitungannya aku buat paspor baru. Aku uda nyiapin dong surat pernyataan paspor baru dan dengan segaja banget aku ga bawa paspor lamaku karena mikir “ahh, paling ga perlu“. Taunya….. butuh! Uda ngebatin banget “duh besok harus izin ke boss lagi dong gw“. Tapi untung mba nya bilang

diambil aja dulu, saya tungguin sampai jam 3 PM. kalau bisa balik sebelum jam 3PM, masih bisa pakai no urut kamu yang sekarang. Kalau lewat berarti besok harus ngulang lagi

Buru-buru dong aku pesen gojek (thank God for whoever create this application) untuk balik ke kost ngambil paspor lamaku. Niat hati ke Kemayoran biar deket, taunya tetep harus balik ke kost juga untuk ambil dokumen lagi. Aku gerak dari imigrasi jam 10 AM, nyampe kostan 10.30 AM, trus langsung balik ke imigrasi jam 11 AM.

Langsung nemuin mba yang tadi sebelum mba nya kabur makan siang, trus diwawancara dikit doang, nanya standar mau ke mana. Trus foto. Trus uda. Kelar. jam 11.15 AM juga uda selesai. Sejam doang kebuang untuk mondar-mandir ke kost. Please, don’t do same mistake like I did guys.

Itu aku ga langsung bayar. Katanya nanti aku akan dapat sms yang infoin aku bisa bayar di tanggal berapa. Aku ngurusnya kemarin di tanggal 16 Februari 2017. Aku baru dapet sms pemberitahuan untuk pembayarannya di tanggal 20 Februari 2017. Paspor nya sendiri sudah bisa diambil hari Jumatnya (24 Februari), tapi aku tunda di minggu depannya, biar sekalian daftar visa waiver ke kedutaan Jepan.

Oh ya, total yang harus dibayarkan untuk pembuatan e-passport sebesar IDR 655,000. Pembayarannya juga gampang, bisa lewat teller bank atau internet banking. Aku sih kemarin dari internet banking mandiri biar gampang.

Nanti aku share di postingan terpisah ya untuk pembuatan visa Jepang nya..

 

Goals for this month

I really wanna back to writing again. Write thought beside recipes that I had in my mind.

So, it’s the first of November. Can you believe how close we are to the end of this year? Once again, time does fly fast. Eventhough I didn’t have something big happened this year.

Hmm.. wait! I think I had something big this year, but let me discuss it some other time.

Last week I watched GentleWhisper’s vlog on Youtube (she’s an ASMR artist) where she showed what ritual she does every new moon (moon, not month). She believe that moon has power over our body blablablablabla that I don’t buy at all. But, within the ritual of new moon, she always put up her goals within this new moon. I think it’s good to do so. Specify your goals every month, whether you want to achieve something new or enhance something within you.

So, what’s my goal for this month?

Hmmm….

First, I definitely need to lose some weight. I checked my weight last weekend and my eyes almost poped out! Never been in my life I reach that number! So, I have to work on my muscle to get it firmer and watch my food intake. I will try to have low carb diet (not fully promise my self since cakes and I are bestie). But main reason I wanna lose weight because of my friend’s wedding that I need to attend in first week of December. You know what they said, “When you have fit body, you will look and feel good in everything you wear”.

Second, I wanna try several new recipes to put on Day Luscious’s menu. FYI, Day Luscious will celebrate its first anniversary this month! Woohooooooo!!! Excited right here!

And last, I also need to watch my spending, since I have holiday plan for next Spring. Nominal budget I have now still way far from budget I planned. Need to tied my wallet a little tighter.

What about you? What’s your goals? 😉

Bread Cake


Another challenge from Homemade Lovers. Ngerjain PRnya mepet sama deadline, cuma sekali buat doang. Ga puas sebenarnya sama hasilnya, karena hasil gulungannya belum rapi ditambahkan proofingnya lama karena pas ngebuat cuacanya lagi mendung. Diakalin deh ditaro deket oven. 

Seharusnya biar hasilnya cantik, pakai loyang khusus untuk roti tawar. Tapi karena ga punya, aku cuma pakai loyang biasa ukuran 20×20 cm. But it still worked kok.

Bahan ROTI:

125 gr Tepung protein Tinggi

25 gr Tepung protein sedang

25 gr Mentega 

20 gr Gula pasir

1 sdm Susu bubuk

1 sdt Yeast

2 gr Garam

1 btr Kuning telur

15 gr Susu kental manis

70 ml Susu cair

Selai strawberry secukupnya

Cara membuat :

– Aduk semuanya kecuali yeast sekitar 10 menit baru masukan yeast dan ulenin sampai kalis .

– kemudian giling selebar loyang roti tawar dan olesi selai diatasnya

– Gulung arah kebawah dan ditekan pas gulungan sampai akhir gulungan di cubit adonan . Alasin loyang dengan kertas roti kalau loyang nya yang bukan anti lengket

–  masukan ke loyang ukuran 20x20cm dan arah sambungan menghadap ke bawah, didiamkan sampai 2 kali lipat ukuran kira kira 1 jam 15 menit.

– setelah 1 jam buat adonan cake
CAKE: 

Bahan kuning Telor:

3  butir telur, pisahkan

50  gr gula

30  ml susu cair

30  ml minyak sayur

55  gr Tepung segitiga

Pewarna makanan
Cara membuatnya :

-kocok kuning telur & 20 gr gula halus sampai putih kemudian masukan susu cair , minyak & tepung aduk sampai rata . sisihkan

-kocok putih telur dengan mixer kecepatan sedang sampai berbuih. Pindah dengan cepatan tinggi masukan 30 gr gula sedikit demi sedikit sampai habis dan mixer sampai kental .

– kemudian campuran adonan kuning telor dengan putih telor dengan spatula dengan cara bolak balik .

– siap dituangkan ke atas adonan roti yang sudah mengembang

– panggang dalam suhu 180 c selama 40-55 menit (tergantung oven masing masing)