The Alchemist


alkemis

Aku baru selesai baca The Alchemist….kebetulan sekali itu aku gugling nyari-nyari novel yang bagus…dan banyak yang merekomendasikan buku ini…jdi aku pinjem lah sama temanku….Pas di awal aku ngeliat novelnya,,, aku mikir, “agh,,tipisnya bukunya,,sebentar aja siaplah kubabat ini..” dan aku masih berpikir kalau ceritanya itu tentang ahli kimia yang mencari harta karun,,lebih ke arah cerita petualanganlah…. rupanya pas aku baca…ceritanya lebih ke arah filsafat gtu…dan siap baca aku mikir, “Untung bukunya tipis,,klo ga g bakal kutamatkan bacanya”….

Sehabis dibaca,,,aku ngerasa isinya biasa aja….kata beberapa yang uda baca sih novelnya bagus,,inspiratif..tpi aku ngerasa biasa aja…gak merasa tergugah untuk menjadi lebih baik setelah baca buku itu….katanya sih mungkin karena beda selera aja…

Walau begitu ada beberapa kalimat yang aku suka….

saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya

dusta terbesar itu adalah suatu titik dalam kehidupan kita, di mana kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita jadi dikendalikan oleh nasib

kalau kau memulai dengan menjanjikan sesuatu yang belum kau miliki, kau akan kehilangan hasratmu untuk berusaha memperolehnya” ini sama kayak calon-calon presiden itu g sih???

Hukum keberuntungan adalah daya yang menghendaki engkau mewujudkan takdirmu,karena itu engkau dibiarkan mencicipi sukses untuk menambah semangatmu

orang-orang pada umumnya melihat apa yang ingin dilihat, bukan apa yang sebenarnya terjadi

ada hal-hal yang tidak perlu dipertanyakan supaya engkau tidak melarikan dari takdirmu

setiap berkah yang tidak kita hiraukan, berubah menjadi kutukan

apa yang terjadi 1 kali tidak akan terjadi lagi, namun apa yang terjadi 2 kali pasti akan terjadi untuk ketiga kali” masa g ada cara yang bisa dilakukan supaya hal yg terjadi 2 kali itu g terulang lagi?? Jdi kita stuck di hal yang itu-itu aja??

17 thoughts on “The Alchemist

  1. mau mengomentari kata2 yang terakhir…
    pikirkan secara positifnya aja…. bahwa ketika 1x suatu keburukan ato kegagalan tjdi pada seseorang maka ia akan berusaha untuk tidak mengulanginya kembali, sehingga baginya hal itu cukup terjadi 1x saja…
    Sedangkan ketika seseorang mendapat dan merasakan kebahagiaan dan keberhasilan, maka ia akan berusaha untuk mengulangnya dan menambah terus keberhasilan-keberhasilan baru dalam hidupnya, sehingga ia tidak hanya terjadi 2x saja, tetapi berkali-kali dalam hidup…

  2. aq memang pncinta buku siy,tpi mles klo bca yg agk brat a.k.a mikir sukanya yg bkin ketwa hahaha
    tpi klo mw ngmbil positif dri komennya sy tami tntang buku ini: yg terakhir ya.. bukan gak ad hal yg bisa dilakukan supaya hal yg terjadi 2 x itu gk terulang lagi…tapi karna hal itu udah biasa kita lakukan jdi keterusan wlopun mungkin kita mrsa berslah ngelakuinnya,berani mencoba sekali pasti ad yg kedua x dan ketiga x bis tu seterusnya…sampe kita bner2 cpek sndri dn meninggalkannya ato mngkin kita akn mati gara2 hal itu…

  3. Sejujurnya aku selalu punya kecenderungan membaca buku dalam bahasa aslinya. Alasannya masih murni, karena ketika suatu buku diterjemahkan, maka isi dari buku tersebut mau tidak mau pasti terkontaminasi dengan interpretasi si penerjemah.

    Cuma sayangnya buku Sang Kimiawan ini dari bahasa Portugis sih (O Alquimista), ga ngerti, wakaka. Jadi terpaksa baca terjemahannya juga gapapa.😀

    1. iya,,membaca dalam bahasa asli emg lebih baik..tpi kadang suka ga sabar karena bingung ngartiinnya…
      saya kn tidak sefasih kmu…

  4. paul coelho yaa… gw gj ga terlalu ngeh ( apa karena iq kurang ya…) coba baca yg edisi inggrisnya, aku pertama baca yg the witch of portobello.. sumpah mo nangis ( not bcoz its sad, mind you , but im struggling to understand!!) book should brings you pleasure n relax rite, but unfortunately, paul failed on me

  5. yah.. di buku ini awa sukanya quote2nya itu.. inspiratif
    kisahnya sendiri cukup bagus dlm menyampaikan pesan utk jgn takut mengejar mimpi dan cita2

    tp ya.. setuju dgn yang punya blog, it comes down to taste!
    gak semua orang mgkn bs terinspirasi dgn memakai pendekatan cerita fiksi kaya novel ini

    utk kalimat yang terakhir
    mmg ga semua isi buku ini yang sesuai, banyak juga quote2nya yang aneh2
    selain itu di akhir2ceritanya mulai terlalu dongeng, jd kurang menarik

    tp overall, buku ini bagus lah, recommended… ^^

  6. Kalo buku Paulo Coelho.. (Salah tulis g ya??) Aq g gitu suka sih dev.. Palingan cuma 1 tu yg aku suka judulnya Elevent Minutes..
    Ya pinjam dari teman juga sih…

    Pening baca buku karangan bapak yang satu itu…

    1. mungkin laen kali kita perlu pake koyo fen pas bacanya….
      tapi aku g tertarik untuk baca buku dy yg lain…

  7. iya setuju back to taste dan penerjemahnya (kl buku terjemahan). krn translatornya blm tentu penulis or at least punya sense of writing yg bagus, thats y aku gasuka bc terjemahan.
    apalagi kl filsafat,,
    menurutku ada kata2 yg bagus kl terdengar di bahasa itu aja, bukan di bahasa terjemahannya hehe
    tp yaa, penasaran jg, krn jd best seller jg di oprah😀
    coba nanti ku baca. hehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s