Aktif…Pasif…Aktif…Pasif…


Beberapa waktu lalu aku sempet celingak-celinguk pas browsing dan akhirnya aku menemukan salah satu blog temenku…aku merasa tulisan dia bagus,,dari cara penyampaiannya,,pemilihan katanya,,cara berpikirnya… setelah membaca beberapa postingan,,aku sempat berbincang dengan si empunya blog dan aku menyimpulkan ada beberapa hal yang mempengaruhi cara penulisannya…

Hal pertama tentu saja jurusan yang dipilihnya…dan kedua lingkungan belajar di luar yang cenderung lebih menuntut siswa/mahasiswa untuk lebih aktif di kelas baik dengan bertanya atau mengeluarkan pendapat…dengan cara seperti ini siswa/mahasiswa ditantang untuk berani mengeluarkan pendapat dan sekaligus mengasah pola berpikir mereka…

Di Indonesia sendiri masih banyak ditemukan kelas yang pasif.. mungkin tidak di seluruh Indonesia,,siswa-siswa di daerah Jawa mungkin sekarang sudah dapat dikategorikan sebagai siswa aktif..tapi kalau dilihat dari lingkungan belajar aku sendiri,,dari kampusku,,keaktifan di kelas masih kurang..kalau dosen bertanya ada pendapat atau pertanyaan,,,respon kelas cenderung heningggg…sunyiiiii…g ada suara…..

Sebenarnya kenapa sih hal seperti ini bisa terjadi??

Menurut aku sendiri ada beberapa faktor yang mempengaruhi dan merupakan hasil dari suatu proses yang panjang dan berkelanjutan…

Faktor pertama adalah pola asuh orang tua…penerapan pola asuh otoriter, di mana proses komunikasi biasanya bersifat satu arah saja,, hanya orang tua yang menyampaikan pendapatnya sedangkan anak tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya…anak hanya menerima apa yang dikatakan orang tua,,pendapat orang tualah yang paling benar…Ketika anak mencoba untuk memperdebatkan pendapatnya, orang tua melihat tindakan ini sebagai tindakan melawan orang tua…orang tua kemudian marah dan mungkin saja memberikan hukuman pada anak… respon yang diberikan orang tua ini akan membuat anak belajar untuk tidak berusaha mengeluarkan pendapatnya lagi…

Kedua, cara pengajaran di sekolah…hampir sama sebenarnya dengan pola asuh otoriter…biasanya ketika guru bertanya kepada kelas…kemudian ada siswa yang menjawab dan ternyata jawabannya salah,,ada beberapa guru yang memberikan hukuman (yang biasanya berbentuk hukuman fisik) atas jawaban salah tersebut.. sekali terjadi..dua kali…tiga kali…siswa kemudian belajar bahwa ada hal yang tidak mengenakkan apabila ia memberi jawaban yang salah,,sehingga anak takut dan lebih memilih untuk diam..

Ketiga, peers…saya masih ingat dulu saat masih SD…ketika guru bertanya,,kelas sunyi,,kemudian ada satu tangan mengacung dan memberi jawaban atas pertanyaan guru..ketika jawabannya salah…peers biasanya menyoraki/mengejek…seingatku…hal-hal seperti ini bisa memunculkan rasa malu pada anak dan kembali membuat anak takut untuk berpendapat…

Apabila hal ini terus berlanjut sampai anak memasuki usia dewasa tentunya anak akan berkembang menjadi anak yang pasif…hal ini memang bisa diubah ketika individu sudah beranjak dewasa..tapi alangkah baiknya kalau dari kecil sudah ditanamkan kepada anak untuk berani mengeluarkan pendapatnya…untuk mewujudkan hal ini tentunya dibutuhkan kesadaran orang tua,,guru,,atau orang lain di lingkungan anak….dibutuhkan kerja sama bagaimana untuk melatih anak untuk berani berbicara,,berani mengeluarkan pendapatnya…

8 thoughts on “Aktif…Pasif…Aktif…Pasif…

  1. Yo yo yo

    Bener x tu dev yg dirimu utarakan diatas…

    Kalo ada guru ato dosen yg bilang “ada yg mau ditanya?”

    Kelasnya bakal kek ada hantu liwatttt… Diam hening semua…

    Ya, aq salah satunya yg ikut2an diam…

    Walo gaya pengasuhan org tua q bukan otoriter, ya mungkin aq tu ada di faktor no 2 ato 3 dev… Gak terjadi secara langsung sama aq sih… Tapi ya tetep aja ngaruhkan..

  2. ada bnernya jg sih, pngaruh didik org tua thd anak akan mmpangruhi sikap nya mereka..

    tapi di saat kt dewasa, kt sudah bs berpikir sndiri bukan..
    aktif dalam brtanya aku rasa itu penting..

    krn di dlm dunia kerja pun, bgmn pun sikap kita ketika di kelas di dunia kerja bkalan terbawa2..

    klo kita biasa sering tdr di kelas, maka wkt di kantor jgn slh kan org klo ktiduran..

    klo biasanya kita diam, maka di dunia kerja pun kalian akan diam2 ja.. dan bs jadi akan dijadikan babu sama atasan, ataupun malah sama rekan kerja kalian sndiri..

    dan hal ini tdk mgkn kalian ubah bgitu cepatnya pada saat kerja nanti..

    krn aku pun sdh mengalaminya, dan bgitu jg tmen2 ku yg kuperhatikan gmn sikapnya dkelas, akan spt itu jg sikapnya di dunia kerja..

    1. ya karena itulah aku bilang..
      walau kita uda dewasa dengan keadaan pasif..kita bisa merubah supaya kita bisa lebih aktif…
      tpi sayangnya g semua orang berhasil untuk keluar dari kepasifan itu..
      org itu kn kyk bambu..makin tua makin payah membengkokkannya….
      makanya itu aku bilang..
      dari pada capek2 berusaha pas uda tua kenapa g dibiasain dr kecil…??

  3. mau nambahin aj
    slain efek pengajaran ortu dan skolah
    ada juga efek psikologi anak itu sendiri
    bisa karena jenuh ato karena mulai gak peduli dgn topik yg dibicarakan
    dan saia pikir mungkin efek trakir ini lah yg paling berbahaya

    1. hemm..
      kalau jenuh atau g peduli sih mungkin aja..
      tpi menurutku..kn g mungkin kalo anak itu jenuh/g peduli ama banyak mata pelajaran…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s