Nina in Japan


Selalu merasa luar biasa kalau liat video ini. Ini video Nina pertama yang aku liat. Luar biasa karena anak sekecil ini (kalau tidak salah hitung, di video ini dia sekitar 3 tahunan) bisa minta maaf dengan jelas, karena malam sebelumnya Nina marah sama ayahnya, dan sekaligus menjelaskan kenapa dia marah. Woww!! Luar biasa banget menurutku. Dan semakin luar biasa waktu Nina ngucapin terima kasih sama ayahnya.


Thank you to telling me the best thing. Go to sleep and you will get ‘genki’ tomorrow.

Ucapan terima kasih untuk sesuatu yang simpel dan kecil. Nina bisa ngucapin terima kasih untuk hal sekecil itu di umur segitu. Woww!!!

Menarik memang memperhatikan setiap video yang di-upload ayah Nina. Menarik bukan hanya karena lucu dan ngegemesin, tetapi juga menarik memperhatikan bagaimana ayahnya mendidik Nina.

Sejauh ini, dari video-video yang aku lihat, ayahnya tidak pernah menggunakan tone suara tinggi ketika ngobrol sama Nina. Dia juga rajin ngajakin Nina ngobrol. Nanyain Nina ini itu. Jadi sambil ngelatih Nina bicara, secara ga langsung ayahnya juga uda melatih Nina untuk berpikir. Bagus banget.

Lihat di video itu, waktu Nina ngusap-ngusap pipi ayahnya sehabis bersin? Ayahnya sebenarnya mau menolak (dari cara ketawa dan pastinya kata-kata yang dilontarkan), tapi dia ga nyuru Nina untuk berhenti dan ngebiarin Nina tetap ngelapin pipinya, padahal dia tau di tangan Nina pasti banyak bakterinya. Satu cara yang menurutku untuk menjaga agar anak tidak kecewa ketika berusaha untuk menunjukkan rasa sayangnya. Very sweet.

Selain itu, di beberapa video lain, ayahnya juga mau ikut main-main sama Nina. Misalnya, Nina lagi main  jadi penjaga toko, ayahnya bakal ikutan pura-pura jadi pembelinya. Atau waktu Nina main dokter-dokteran, ibunya jadi pasiennya. Bagus banget. Masih bisa ngeluangin waktu untuk main-main sama anak (mungkin karena anaknya juga cuma satu ya, kalau banyak mah repot juga). Jadi hubungan anak dan orang tua tetap terjaga, tetap dekat. Dan sekaligus membantu perkembangan daya khayal anak *berkhayal sekali-sekali perlu kan?* .

Terlalu banyak yang bagus-bagus dari cara parenting ayah Nina. Bisa panjang kalau diterusin di sini. Mending liatin satu-satu deh videonya biar dapet gimana okenya ayah si Nina.

Ahh, nanti kalau udah jadi orang tua harus bisa jadi orang tua kayak ayah si Nina. *amin*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s