Ospekan? Perlu?


Timeline Twitter tiba-tiba rame ngebicarain masalah junior baru di salah satu fakultas di USU (yes, sekarang sedang masa orientasi) yang ngetweet bilangin senior di kampusnya kayak sampah. Dan efek dari tweetnya dia ternyata “oke” banget. Dari satu foto yang dishare teman di twitter, keliatan kalau si anak baru ini dibantai sama senior. Di foto itu kelihatan kepala si mahasiswa baru ditutupin sama tong sampah, dan bajunya kelihatan basah. Ga tau deh basah karena disiram air atau basah karena air yang ada di tong sampah itu *ewww*

Sebagai senior, aku bisa ngerti kalau ada perasaan ga senang ketika membaca tweet si mahasiswa baru. Berani banget masih mahasiswa baru uda ngata-ngatain senior. Tapi kalau sampai nutupin kepala orang pakai tong sampah? I think it’s too much. Kalau memang mau ngasi “pelajaran” untuk junior-junior baru, menurut aku cara-cara seperti itu ga tepat. Apa hak nya senior untuk berbuat kayak gitu? Karena mereka senior? Dan pasal 1 menyebutkan senior selalu benar? Ahahaha,, mana ada senior yang selalu benar. Memangnya senior Tuhan? (ehh, kenapa jadi emosi?)

Tapi kalau ngeliat tweet si mahasiswa baru. Perilaku kayak gini yang sering dijadikan “alasan” kenapa ospek perlu dilaksanakan. Katanya kalau ga diospek ya junior-junior jadi ga tau sopan santun sama seniornya. Tapi apa kalau ikutan ospekan terus ntar junior-juniornya jadi lebih sopan gitu? Sejauh observasiku, yang ikut ospekan aja masih bisa gak sopan kok perilakunya.

Jadi ospekan itu ada manfaatnya? Menurut pengalamanku, ospekan ga memberi manfaat, tapi hanya sebatas pengalaman yang bisa aku kenang ketika aku uda jadi sarjana atau kapan pun itu. Sebatas itu aja. Ospek bisa buat kenal sama senior? Masak sih? Ga semua senior kok jadi panitia ospekan. Ga bisa bener-bener kenal senior dong? Sisanya, aku ngeliat ospekan sebagai arena “pembalasan” atau “ambil jatah”. Ambil jatah pengen ngerasain gimana ngebentak-bentakin anak orang, gimana rasanya ngasi tugas yang aneh-aneh, atau nyuru junior untuk buat yang aneh-aneh. Ya, sebatas itu aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s