Breaking Dawn part 1


Jumat 18 November 2011 kemarin, sekuel keempat dari Twilight Saga, Breaking Dawn, tayang perdana di Indonesia. Ini kedua kalinya aku nonton premiere. Sebelumnya nonton premiere waktu sekuel Twilight kedua, New Moon (kenapa juga selalu sekuel Twilight??).

 Secara personal, aku tidak suka poin cerita dari Twilight Saga. Kalau yang ngikutin filmnya, apalagi yang baca bukunya, pasti bisa ngerasain gimana Bella adalah seorang yang flat face, act bitchy, dan ga tau bersyukur.  Kenapa?

Pertama, di dalam imajinasiku, Bella itu orang yang kikuk, ga berekspresi, ga asik. Tapi bisa segitunya punya perasaan ke Edward. Hemm, maksud aku, bisa segitu nafsunya sama Edward. Coba deh perhatiin di bagian-bagian intim mereka. Siapa yang keliatan lebih nafsu. Pasti Bellanya. Dan Edward yang lebih menahan diri supaya dia ga menyakiti Bella. Tapi ketika Edward mencoba menjaga keselamatan Bella, Bellanya malah “minta lagi”. Bagiku, sulit untuk mnyatukan gambaran orang kikuk tapi bisa agresif sama orang yang dia suka. Atau ini semua karena pesona si pale face Edward Cullen? Maybe..

 Kedua, Bella itu cintanya sama Edward dan ga bisa hidup kalo Edward ga ada di sampingnya. Tapi Bella ngerasa hidupnya ga lengkap kalau ga ada Jacob. Bella bisa hidup tanpa Jacob, tapi ga ngerasa lengkap tanpa Jacob. Get my point? Ini cewek rakus. Kalau mau Edward ya uda Edward aja gitu, (Jacobnya untuk aku).

 Ketiga,  Bella ngebet banget jadi vampire. Biar bisa hidup abadi bareng Edward. Kalau aku ga salah inget, waktu adegan Bella siap-siap sebelum nikahannya, dia ada nyeletuk satu statement yang bau-baunya seperti dia ga pengen hidup sebagai manusia. Atau satu adegan lagi waktu Bella mimpi ngeliat ada nenek-nenek di samping Edward yang ternyata adalah dirinya sendiri. Jadi menurut Bella jadi manusia itu ga asik, karena dia bisa menua. Puh-liisss deh mbak. Ga tau apa si Bella lebih ga asik jadi vampire? Minum-minum darah. Najis tauk.

 Kalau boleh ada yang keempat nih, karena yang meranin Bella adalah Kristen Stewart yang bisa sangat pas memerankan Bella dengan sangat menyebalkan. I don’t like them both. Neither Bella character,  nor Kristen it self.

 Tapi dari semua kejengkelan nonton Twilight Saga pasti ada dong hal-hal yang bisa buat seneng? Jelas ada.

Untunglah di Twilight ada karakter bernama Jacob Black dan untung lagi yang memerankannya adalah Taylor Lautner yang secara fisik oke banget!!!!

Tell you something, waktu adegan-adegan yang ada Jacobnya, seringnya aku cuma fokus ngeliatin layar tanpa dengerin apa yang lagi dibicarain sama si Jacob. *tutup muka*

 Satu lagi yang aku suka dari Twilight Saga adalah scene ketika Edward-Bella dance waktu prom (Twilight) dan waktu Edward-Bella menikah (Breaking Dawn). These two are how I imagine my wedding decoration will be. Beautiful!

Sepertinya itu saja yang perlu aku sampaikan di postingan ini. Hmm..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s