It’s not called life without ups and downs.


Tiba-tiba dapat ide untuk nulis di tengah malam begini dan pas banget di hari terakhir di tahun 2011.

Beberapa hari ini, kalau lagi ngecekin Twitter, nemu orang yang nulis

          “Bisa ga hari Senin di-skip aja?”

          “Coba bisa langsung hari Sabtu yaaa..”

          “Coba bisa langsung wisuda ga usah pakai sidang skripsi” –> personal opinion

Intinya orang-orang pada berharap untuk meng-skip waktu. I did it too. Biasanya orang yang pengen ngeskip waktu karena ada hal yang ga enak yang bakal dia hadapin. Karena kita takut menghadapi moment-moment tersebut. Misalnya masa-masa ujian atau ketika mau melakukan presentasi penting.

Tapi kalau dipikir-pikir lagi, apa sih asiknya ngeskip waktu? Kita bisa bebas dari rasa takut tadi? Di satu sisi iya sih, kita jadi lebih lega, pikiran juga ga terbebani. Jadinya ngelewatin waktu lebih enak, karena hanya hal-hal yang menyenangkan aja yang kita rasakan.

Tapi pernah ga mikir, kalau dalam hari-hari itu mungkin aja ada hal-hal baik, atau bahkan super baik, yang bakal kita alami? Tapi, kitanya uda terlalu fokus memikirkan hal yang tidak kita sukai, sehingga melupakan kemungkinan-kemungkinan terjadinya hal-hal yang luar biasa.

Coba bayangkan kalau kita menskip hari? Kita ga bakal ngerasain kemungkinan yang menyenangkan tadikan?

Lagi pula, menurutku, bukan tindakan yang tepat kalau kita menskip hal-hal yang tidak kita sukai. Hadapi dong hal-hal yang ga kita sukai itu. Rasakan saat-saat rasa ga suka, rasa takut itu masuk ke dalam diri kita. Terus setelah itu, yakinkan diri, kalau kita bisa menaklukkan hal-hal yang ga kita sukai ini. Biar kita bisa yakin, buat persiapan yang oke. Banyak-banyakin latihan sebelum presentasi. Banyak-banyak belajar sebelum ujian. Jangan lupa banyak-banyak makan juga biar perutnya ga keroncongan.

Dengan melalui proses ini, kita juga bakalan jadi “kaya” secara psikologis. Kita bakalan lebih matang dan lebih siap ketika harus berhadapan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya.

Percaya deh, semua kejadian yang terjadi di kehidupan kita, baik maupun buruk, semuanya bermanfaat bagi kita bahkan bagi orang lain.

Nanti, ketika rambut kita mulai memutih, gigi kita mulai tanggal satu persatu, pandangan kita mulai kabur (sekarang juga pandangan gue uda kabur -___-” sampe capek ngejernya) kita bisa berbagi pengalaman-pengalaman kita dengan anak cucu yang bisa mereka jadikan sebagai pembelajaran, kalau-kalau mereka menghadapi pengalaman yang sama dengan kita.

Intinya, jalanin aja apa yang datang ke kehidupan kita. Jangan menghindar. Rasakan setiap sensasi (senang, sedih, kecewa, marah, dll) dari setiap moment-moment itu. Itu baru namanya hidup.

ps: nonton Click deh biar ngerasain gimana ga enaknya hidup kita kalau waktu bisa di-skip atau di-fast forward

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s