Movie Review: Ada Apa Dengan Cinta 2


Ilustrasi: Yogyes.com

 

Yess, film yang paling ditunggu-tunggu banyak orangnya akhirnya tayang perdana juga 28 April 2016 lalu.

Gw jujur bukan pecinta film Indonesia dan sebagai orang yang cukup perhitungan soal duit, gw lebih males lagi nonton film Indonesia di bioskop. Karena menurut gw, dengan sabar menunggu beberapa bulan, film nya toh bakal tayang di layar kaca dan bisa ditonton free. (iyeee, gw segitu perhitungannya)

Film dimulai dengan Cinta yang lagi kumpul-kumpul di kafe bareng temen-temennya: Milly, Maura, dan Karmen. Milly (Sissy Priscillia) diceritakan menikah dengan Mamet (Dennis Adhiswara) dan saat ini sedang hamil. Maura (Titi Kamal), menikah juga dengan Chris or Kris or I dont know how to spell it (yang diperanin sama suami aslinya sendiri Christian Sugiono) dan sudah memiliki anak. Karmen (Adinia Wirasti), divorced dan sempat bersentuhan dengan drugs. Sedangkan Alya, diceritakan meninggal dunia karena suatu kecelakaan. Dan Cinta (Dian Sastrowardoyo) baru saja tunangan dengan Trian (Ario Bayu) dan memiliki small art gallery.

Menurut gw, film ini full of nostalgic things tapi miskin konflik. Ceritanya super simpel dan ada kesan agak dipaksakan.

Nostalgic ketika ngeliat interaksi Cinta dengan teman-temannya, berasa banget chemistrynya. Kayak ngeliat sekumpulan teman lama yang uda tau satu sama lain sampai ke dalam-dalamnya. Mereka kayak ga perlu acting ketika sedang scene bareng-bareng. It’s just like looking their interaction in real life. Meanwhile, Rangga tetap dingin, misterius, and attractive in his kind of way.

Dan semakin nostalgic ketika adegan mulai beralih dan fokus pada Cinta dan Rangga.

Cara Rangga ngajakin Cinta keliling Jogja. Mulai dari sewa mobil, ngajakin nonton puppet show (gw tertarik BANGET sama pertunjukkan ini), ngajakin makan sate, ngajakin ke Punthuk Setumbu to watch the sunrise. Ya pokoknya cara-cara lama Rangga yang ngebuat kita cewe-cewe gregetan (sama kayak Rangga di AADC pertama). Ya, jadi lebih nostalgic dengan karakter Rangga jadinya. Dan gimana chemistry Rangga dan Cinta dapet banget. Chemistry yang membuat penontonnya ngarep mereka bener jadi pasangan di dunia nyata.

Miskin konflik karena when you see it in further angle, AADC 2 hanya dibuat untuk mengorek rasa penasaran yang sudah terbenam lama. I used “mengorek”, bukan mengobati. Rentang waktu yang sudah melewati satu purnama, sebenarnya membuat gw uda lupa, uda ga penting lagi. Namun, melihat ada celah di “orang-orang masih penasaran sama akhir cerita CInta dan Rangga” and there goes the movie.

Konflik yang terkesan maksa pun dimunculkan.

Seperti tokoh adik tiri Rangga yang out of no where muncul di NY, nyamperin Rangga minta dia ketemu ibunya. Asli gw bete sama adiknya Rangga. Baru juga ketemu Rangga beberapa jam, uda lebay marah-marah karena Rangga ga mau diajak ketemu ibunya. Agak lebay menurut gw actingnya. Sedangkan, Nicholas tetap acting cool as Rangga.

Adegan Cinta menampar Rangga juga maksa menurut gw. Timing ga pas, tamparan juga terdengar lemah. Adegan yang mungkin dimaksudkan membuat penonton terperanjat, malah akhirnya jadi lucu. (the whole studio laughed).

Adegan yang paling disayangkan adalah adegan Cinta dan Rangga di kafe. Terlalu banyak meme yang muncul dari potongan adegan ini. Sehingga, kembali adegan ini jadi adegan komedi lainnya.

Finishing cerita juga ketebak, tapi super simpel banget-banget. Hanya mengulang skenario akhir di AADC. Namun, bedanya kali ini penonton ingin diajak berasa greget karena Cinta ga berhasil ngejar Rangga di bandara seperti sebelumnya. Gagal bok, kita ga berasa greget sama sekali. Toh biar pun gagal nyusul ke bandara, Cinta akhirnya nyusulin ke New York langsung.

Tapi, secara keseluruhan, buat gw AADC 2 tetap menghibur karena unsur nostalgicnya tadi. Kita jadi keinget lagi dengan chemistry yang sudah terbangun di karakter-karakter lama, dan somehow mengingatkan hubungan kita sendiri dengan sahabat-sahabat kita dahulu serta kisah cinta lama yang sebenarnya belum usai.

 

published on Kompasiana April 30th, 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s