Reminiscence of Japan (part 2)


Kyoto

Selama di Kyoto, transportasi yang lebih sering digunakan adalah city bus nya. Ga perlu bingung harus naik bus nomor berapa. Cukup masuk ke Google Maps, tentukan tujuan kita, nanti akan keluar informasi nomor bus yang bisa kita naikin dan waktu jam kedatangannya. Nah, sebaiknya beli one day bus pass aja. Harganya hanya 500 yen saja, atau untuk yang punya Kansai Thru Pass, malah free untuk naik semua city busnya. Cara kayak begini akan lebih hemat daripada harus bayar setiap naik, karena rata-rata per tujuan akan dikenakan biaya 230 yen.

Banyak banget yang bisa dilihat di Kyoto, tapi secara personal, aku suka tempat-tempat yang punya zen garden dan wisatawannya tidak terlalu ramai. Lebih bisa menikmati suasana tempatnya dengan syahdu. Aku menghabiskan 2 hari untuk berkeliling di Kyoto, dan cuaca dikedua hari tersebut mendung-mendung manja yang terkadang diikuti gerimis kecil. Cuaca yang menurutku pas sekali untuk menikmati Kyoto.

Kiyumizudera Temple

Banyak artikel yang aku baca mengharuskan datang ke Kiyomizudera temple. Sayangnya, temple ini juga lagi underconstruction. Ditambah ketika aku datang, sakuranya juga belum bermekaran sempurna. Jadi kesan yang aku dapat dari temple ini, biasa aja. Dari sini kita bisa melihat pemandangan kota Kyoto. Biaya masuknya sebesar 400 yen.

DSC03112-01.jpeg

Kyoto from Kiyomizudera Temple

20170406_110949-01

DSC03107-01

Di setiap temple biasanya adaberagam bentuk ramalan, kayak di atas ini

DSC03091-01.jpegDSC03116-01

DSC03117-01

Batu di atas, sebenarnya ada pasangannya di arah seberang. Katanya, kalau kita berjalan sambil tutup mata dari batu ini menuju batu yang satunya, maka jalan untuk menemukan jodoh kita akan dimudahkan. Nope, aku ga cobain.

DSC03120-01

Rute menuju Kiyomizudera juga akan memanjakan mata kita dengan beragam toko yang menjual berbagai pernak-pernik atau makanan kecil. Tiati duitnya abis ya di sini.

 

Kodaiji Temple

Kodaiji temple mungkin bukan tujuan utama untuk turis dari Asia ya, jadinya sepi, whichis good. Lokasinya di distrik Higashiyama. Sedangkan untuk biaya masuknya sebesar 600 yen.

DSC03141-01DSC03146-01DSC03150-01DSC03152-01DSC03155-01DSC03158-01DSC03175-01DSC03179-01

Ginkakuji

Disebut juga Silver Pavilion, dan bentuknya memang menyerupai bentuk Kinkakuji (Golden Pavilion). Nah, menuju Ginkakuji, kita pasti akan melewati Philosopher’s Path. Ini agak lucu sih, karena ketika sampai di sana, malah aku ga sadar kalau aku sedang berjalan di Philosopher’s Path. Beruntung sakura yang ada di pinggir sungai kecil lagi mekar, membentuk tunnel kecil cantik.

DSC03203-01.jpeg

Pas sampai di Ginkakuji, sempat bertanya, yang dilapisi silver yang mana? Kirain bakal sama kayak Kinkakuji. Ternyata yang silver itu hanya bagian di atas atapnya saja, yang berbentuk menyerupai ayam (kalau gw ga salah).

20170420_173150-01

DSC03219-01.jpeg

Hanya dibutuhkan uang 500 yen untuk masuk ke dalamnya. Dan tenang aja, perjalanan menuju Ginkakuji juga banyak jajanannya kok.

Nishiki Market

Tempat favorit banget selama di Kyoto. Mungkin pada aneh kali ya, kok seneng sih ke pasar? Tapi buatku ini surga banget! Banyak buah-buahan, seafood, teh, pernak-pernik, acar, es krim, dan banyak lagi.

Kalau doyan icip-icip, mending bawa duit agak banyakan kalau datang ke sini. Too many things to try. Kalau ga inget trip ini on budget, kayaknya duitku uda pasti abis di sini sih.

Fushimi Inari Shrine

Pasti kenal dong lokasi dengan torii-torii warna orange menyala ini. Yepp, Fushimi Inari Taisha. Kuil Shinto yang ada di bagian Selatan Kyoto. Rutenya sendiri menanjak ke atas menuju puncak dari gunung Inari. Jauh banget kalau kita mau jalan sampai ke puncaknya. Tapi menurut pendapat teman yang mendaki sampai puncak, viewnya sepadan dengan usaha untuk menanjak ke puncak.

Tapi, karena ini area wisata yang mainstream, bisa dipastikan wisatawannya lebih ramai dan harus sabar untuk mendapatkan view jalur yang kosong untuk mendapatkan torii nya. Dan lebih susah lagi kalau mau coba selfie sendiri. Hahaha. Tentunya harus minta tolong sama orang lain. Biasanya aku memilih wisatawan lain yang pakai DSLR, dengan asumsi hasil fotonya tentu lebih bagus (asumsi ngasal sebenarnya).

20170420_171513-01.jpeg

20170420_171557-0120170420_171403-0120170420_171656-01DSC03302-01DSC03303-01

Arashiyama

Another must list in Kyoto. Bamboo forest di Arashiyama. Tapi……….. rame banget pengunjungnya ketika aku dateng kemarin. I totally could not feel the ambience. Pasti menenangkan deh, duduk di bawah hutan bambu sambil menikmati dango dan menyesap ocha dingin. Nyams!

DSC03363-01DSC03367-01DSC03368-01

Kinkakuji

Bisa dipastikan juga lokasi ini padat wisatawan. So I just took a quick shot and then left. Oh ya, biaya masuknya 400 yen ya.

DSC03407-01.jpeg

Kyoto Imperial Palace

Ini adalah lokasi wisata terakhir yang aku kunjungi (sebelum menikmati ramen halal Ayam-Ya). Walau sempat salah naik bus dua kali dan sempat buat bimbang mau tetap lanjut ke sini atau berkunjung ke Nijo Castle saja. Tapi, melihat dari bus, kalau Nijo Castle juga rame banget, yaudah tetap ke tujuan utama aja.

Dan tempatnya luasssssss, sepiiii, tenangggg. Biaya masuknya gratis. Ketika kita masuk kita dapet visitor id dan securitynya banyak banget. Seketika berasa lagi ada di dalam drama Korea (padahal lagi di Jepang) yang settingnya kolosal.

DSC03415-01DSC03416-01DSC03423-01DSC03428-01DSC03433-01DSC03435-01

DSC03241-01

Akita Inu

DSC03240-01

Another tunnel of cherry clossom near Kamo river

20170406_114653-01

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s