Life

Financial Planning 101


1548835013263-01[1]

Keren banget ya judulnya, seolah-olah kupaham betul mengenai cara pengaturan finansial. Tapi topik mengatur uang ini selalu jadi topik yang menarik untukku. Dan rasanya tidak salah untuk berbagi, siapa tahu ada yang belum tahu. Atau mungkin ada yang mau menambahkan ilmu baru ke aku? Willing to learn more!

Sebenarnya kesadaran untuk mengatur keuangan ini terbilang telat. Aku baru mulai benar-benar mengatur cashflow ku di tahun 2017. Padahal aku sudah mulai mendapatkan penghasilan dari 2013. Aku tetap menabung kok, tapi kok uang di tabungan bukannya bertambah, malah semakin berkurang ya? Punya penghasilan sendiri membuatku ingin membeli ini-itu yang selama ini sudah ada di wishlist-ku. Tapi hal utama yang banyak menghabiskan uangku dahulu adalah life style nyobain kafe-kafe baru yang bermunculan di Jakarta. “Demi eksistensi di social media”, pikirku dahulu.

Tapi semuanya berubah ketika aku akhirnya memutuskan untuk nge-kost. Dan merasakan kebutuhan untuk menata keuangan agar bisa bertahan hidup sebulan ke depan. Kalau aku masih mengikuti gaya hidup sebelumnya, sudah bisa dipastikan, tabunganku akan semakin habis terkeruk. So, I changed my life style and record my cashflow.

Seperti yang pernah disebutkan mamaku, gaya hidup itu harus mengikuti penghasilan kita, bukan sebaliknya. Karena kalau kita mau mengikuti gaya hidup, penghasilan kita pasti akan selalu terasa tidak cukup.

And this is what I do to manage my finance:

  • Buat cashflow

Hal pertama yang aku lakukan adalah membuat cashflow per bulan selama satu tahun. Bagiku penting membuat cashflow setahun ke depan untuk mengetahui total uang yang bisa ditabung dan total pengeluaran agar dapat dinilai ulang apakah masih ada jumlah nominal yang bisa dimasukkan ke dalam pos tabungan.

Aku membuat cashflowku di excel, formatnya seperti di bawah ini (nominal yang tertera hanya simulasi belaka). Format ini cukup simpel menurutku, tapi kalian bisa lebih mendetail lagi catatannya bila dirasa perlu.

bahan postingan.PNG

Kalian bisa klik simulasi cashflow agar lebih mudah menelusuri angka-angka di atas.

Aku memasukkan daftar fixed cost yang harus aku bayarkan setiap bulannya. Bagiku sendiri yang termasuk biaya fixed cost adalah cell yang aku warnai hijau muda. Lalu selanjutnya aku tentukan nominal yang mau aku tabung dalam sebulan. Uang belanja bulanan tidak aku beri warna hijau muda karena sebenarnya bukan fixed cost, tapi lebih ke jatah yang aku berikan untuk belanja per bulan. Belanja di sini lebih ke belanja bahan makanan atau sampo, sabun, dsb.

Bagian selanjutnya adalah tabungan. Karena aku masih single dan belum memiliki tanggungan, aku bisa memasukkan nominal yang besar di bagian ini. Terakhir adalah menentukan budget liburan. Sebelumnya, kalau mau liburan aku harus ambil dari tabungan, dan itu menjadi salah satu penyebab lain tabunganku keropos. Maka  aku putuskan untuk membuat pos sendiri untuk dana liburan. Sisanya, adalah uang yang bisa aku pakai untuk “hedon”. Biasanya uang sisa ini aku bagi dalam berapa banyak jumlah minggu dalam sebulan. Maka sebesar itulah nominal yang bisa aku belanjakan dalam seminggu. Di bagian inilah perubahan gaya hidup baru bisa aku rasakan. Harus kuat iman menahan berbagai ajakan teman untuk nongkrong atau sejenisnya.

Ketika hari gajian datang, aku akan langsung membayar segala hal yang harus dibayar, dan memberi warna kuning untuk biaya-biaya yang sudah aku bayar. Aku juga langsung mentransfer tabunganku ke rekening yang khusus aku pergunakan hanya untuk tabungan. Jadi uang jajan dan tabungan tidak terganggu.

By the way, menurutku penting juga memberi reward kepada diri kita untuk membeli barang-barang yang memang kita inginkan ketika ada dana berlebih. Misalnya di bulan-bulan ketika “bonus” bermunculan, aku memplot uang hedon yang lebih banyak dibanding bulan lainnya untuk memuaskan keinginanku membeli barang-barang yang aku idamkan.

  • Fokus memenuhi dana darurat

Setelah cashflow beres, target berikutnya adalah memenuhi dana darurat. Sesuai namanya, dana ini ditujukan untuk situasi darurat. Hanya untuk situasi darurat. Misalnya, kehilangan pekerjaan, atau dalam kondisi sakit yang membutuhkan penanganan segera. Dana darurat sebaiknya disimpan dalam bentuk tabungan agar mudah proses pencairannya. Dana ini aku kumpulkan dari nominal pos tabungan yang aku buat tiap bulannya

Dari hasil baca dan tanya sana-sini, besar dana darurat yang harus dimiliki orang yang masih single adalah 6 kali penghasilan bulanan (akan ada yang mengatakan 6 kali pengeluaran bulanan atau bahkan hanya 3 kali gaji bulanan). Kalau sudah menikah, maka dana darurat yang harus dimiliki adalah 9 kali gaji bulanan. Kalau sudah punya satu anak, dana darurat yang harus dikumpulkan menjadi 12 kali. Kalau dua anak? Ya tinggal ditambahkan 3 lagi pengalinya menjadi 15 kali.

  • Investasi

Kalau dana darurat sudah beres, langkah selanjutnya adalah memplot dana kita untuk investasi. Bentuk investasi ini beragam, mulai dari logam mulia, deposito, saham, obligasi negara, properti atau bahkan bisa dalam bentuk bisnis/usaha. Ingat “don’t put your egg in one basket“, demikian pula dengan investasi. Jangan hanya invest dalam satu bentuk. Pelajari berbagai jenis investasi sebelum kita memutuskan mana jenis investasi yang sesuai dengan dana yang kita punya.

Investasi sendiri sifatnya ada yang jangka pendek, ada pula yang jangka panjang. Jangka pendek misalnya untuk dana menikah, uang untuk persiapan sekolah anak. Sedangkan jangka panjang misalnya untuk dana kita ketika sudah pensiun nanti.

Selain tiga poin di atas, sekarang aku juga lebih budget planning ketika ingin membeli barang baru. Misalnya, untuk pembelian handphone baru, aku sekarang lebih memilih untuk menabung per bulan dengan nominal tertentu dalam jangka waktu tertentu, dari pada membeli handphone dengan cara kredit lalu membayar cicilannya belakangan. Lebih aman rasanya memiliki uangnya terlebih dahulu baru membeli barang yang diinginkan. Sebisa mungkin atur agar keuangan kita bebas hutang. Latihan menabung ini secara tidak langsung juga melatih kita untuk menahan ego mendapatkan apa yang kita mau dalam waktu cepat. Nothing worthy comes easy kan katanya.

Sekian dulu ilmu yang bisa aku bagikan di postingan ini. Semoga bermanfaat 🙂

One thought on “Financial Planning 101

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s