Lifestyle

Toned Up on Your Late 20s


Why I do it? – Sesimpel karena berat badan yang sudah mulai di luar batas (yang aku anggap) normal, pakaian yang sudah mulai terasa semakin sesak di badan, dan keinginan untuk mengurangi ukuran lingkar badan. Selain itu awal tahun kemarin ibuku divonis menderita kanker payudara yang membuatku juga memiliki kesempatan mengidap penyakit yang sama. Karena poin kedua ini, keinginanku untuk mengontrol berat badan semakin meningkat. Karena kelebihan berat badan juga bisa menjadi salah satu faktor pemicu kanker payudara (dan berbagai faktor lainnya seperti konsumsi alkohol, konsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet, bahkan stress).

What is my goal?Goalnya bisa mencapai berat badan normalku. Tapi dikarenakan usia yang semakin bertambah, proses metabolisme tubuhku juga terasa melambat. Proses diet atau olahraga tidak memberi efek secepat dahulu ketika masih di usia awal 20-an. Jadi, sembari tetap berkeinginan menurunkan berat badan ke berat yang aku inginkan, aku membuat goal yang lebih realistis yaitu mengurangi ukuran lingkar tubuh. Buat yang belum paham, yess, tubuh kita bisa memiliki berat yang sama tetapi dengan ukuran lingkar tubuh yang jauh lebih kecil dari sebelumnya. Hal ini biasa terjadi ketika otot-otot tubuh kita bertambah massanya.

What I do – Setelah memahami alasan mengapa aku melakukan ini dan apa goal akhirku, selanjutnya menentukan meal plan dan workout plan. Aku tipe yang ga percaya dengan proses penurunan badan dengan diet doang. Kalau mau menurunkan berat badan, selain mengontrol asupan kalori yang masuk, ya juga harus mengontrol kalori yang keluar dengan olahraga. Apalagi kalau aktivitas hariannya hanya duduk di depan komputer. Selain itu, dengan berolahraga, kemungkinan untuk terjadinya rebound weight gain akan semakin mengecil. Olahraga rutin juga bisa memberi manfaat mengurangi stress, karena dengan olahraga tubuh kita akan menghasilkan enzim endorphine, yang dapat memunculkan perasaan bahagia. Ohh satu lagi, yang sering dilupakan orang-orang, istirahat. Beri waktu untuk tubuh memulihkan/mengistirahatkan diri. Jangan kerja mulu. Istirahat kalau tubuh uda kasi kode-kode kecil.

What I eat – Sebaiknya sih untuk keberhasilan menurunkan berat badan, konsultasi dahulu ke ahli gizi untuk mengetahui asupan gizi dan kalori yang dibutuhkan tubuh kita sebenarnya berapa. Karena setiap individu kebutuhannya berbeda, makanya kadang ada diet yang cocok dengan kita, dan ada yang ga memberi efek sama sekali. Tapi, yang ini aku ga pake ke ahli gizi segala kok. Pertama yang aku coba kontrol adalah awareness terhadap makanan yang masuk ke dalam tubuh. Sebisa mungkin bukan processed food, makanan yang mengandung bahan pengawet, dan makanan yang mengandung refined sugar. Yang terakhir agak sulit, karena aku lumayan sweet tooth. Kalau pun sedang ingin makan yang manis, aku usahakan cari makanan yang punya kandungan gula alami, seperti buah-buahan. Selain itu aku berusaha untuk menyiapkan sendiri makananku. Tapi kalau malas, ya tetap jajan, tapi balik lagi menyesuaikan kebutuhan nutrisinya sudah imbang atau belum.
Kedua, aku jadi sering baca nilai kandungan kalori yang ada di kemasan produk. Lebay? Dulu juga mikir begitu sih, tapi balik lagi, ini berhubungan dengan awareness berapa banyak kalori yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh kita. Tapi aku ga jadi freak ngitungin aku uda makan berapa kalori dalam sehari. Tapi hanya sebatas untuk membandingkan lebih baik makan makanan yang mana dengan jumlah kalori yang sama. Misalnya, kayak makan indomie jumbo satu bungkus dibandingkan dengan makan nasi lengkap dengan lauk dan sayur. Lebih mengenyangkan makan nasi kan?
Ketiga, porsi makan. Makan secukupnya aja. Kalau uda kenyang ya stop. Tapi makanannya jangan dibuang atuh kalau masih bersisa. Sebelum makan, dipisahin dulu mana porsi yang akan kita makan, mana porsi yang bisa kita makan nanti.

Workout plan – Sama halnya dengan diet, ga semua jenis olahraga akan memberi efek yang sama di semua orang. Orang kebanyakan pasti akan komen, kalau mau menurunkan berat badan ya harus olahraga kardio, seperti lari atau renang. Tapi aku benci lari dan segala bentuk olahraga yang monoton gerakannya sama terus. Yang terpenting menurutku, adalah melakukan olahraga yang kita sukai secara rutin selama minimal 30 menit 5 hari dalam seminggu. Aku selalu suka ngikutin video Blogilates di Youtube, karena lebih memfokuskan pada kekuatan otot dan gerakannya selalu berganti. Tujuh video ini yang sedang rutin aku ikutin setiap harinya, satu video untuk 1 hari dalam seminggu.
https://www.youtube.com/watch?v=YdnqNGcmhqA
https://www.youtube.com/watch?v=XjiRVCEokWE
https://www.youtube.com/watch?v=2YdJgcrrHKI
https://www.youtube.com/watch?v=T4adtRJ_b3g&list=PL32zawJwhdRLT8iO0Sjh3dQrYYozC_rbV&index=5&t=0s
https://www.youtube.com/watch?v=sDzubGfNhew
https://www.youtube.com/watch?v=J8KQ5zLBOEI
https://www.youtube.com/watch?v=B5HGDbiH5S4

Summary – Toning up on your late 20s is a pain. Really. Your metabolism did not work as in your early 20s. Need lot of consistency in controling what you eat, how you work out, how you take rest of your body and also mind. It is important to manage consuming whole food, because we’re not getting younger and we responsible to maintain our organs to work effectively, also to give them good nutrient for healthier body. And maybe, if lucky, for longevity.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s